Putra, Hagai Zefanya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Etika Sosial dalam Imamat 19:18 sebagai Landasan Praksis Sila Kedua Pancasila Putra, Hagai Zefanya; Rungkat, Merry Kristina
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 10, No 2 (2026): April 2026 (In Progress)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v10i2.1912

Abstract

Abstract. This article discusses how the principle of social ethics in Leviticus 19:18 can relate to the humanitarian values contained in the second principle of Pancasila, namely "Just and Civilized Humanity." This research uses a textual hermeneutic approach with Mahatma Gandhi's social ethics as its analytical lens. The result of the study showed that the prohibition of revenge and holding grudges in the heart and the command to love others demonstrate a social ethical structure rooted in relationships and responsibilities between community members. These values are in line with the principles of the second principle of Pancasila which emphasizes justice, human dignity, and social responsibility. Thus, Christians are called to uphold the values of Pancasila not only in the normative level but also in social practice.Abstrak. Artikel ini membahas bagaimana prinsip etika sosial dalam Imamat 19:18 dapat dihubungkan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam sila kedua Pancasila, yaitu “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.” Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik tekstual dengan etika sosial Mahatma Gandhi sebagai lensa analisisnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa larangan membalas dendam dan menyimpan dendam dalam hati serta perintah untuk mengasihi sesama menunjukkan suatu bangunan etika sosial yang berakar pada relasi dan tanggung jawab antar anggota komunitas. Nilai-nilai ini sejalan dengan asas sila kedua Pancasila yang menegaskan keadilan, martabat manusia, dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, umat Kristiani dipanggil untuk menegakkan nilai-nilai Pancasila bukan hanya dalam tataran normatif, pun juga dalam praksis sosial.