Desa Suco saat ini memiliki banyak kandang domba yang dimiliki oleh perorangan. Namun, darijumlah kandang yang ada, hanya sebagian kecil kandang yang memiliki pemilik yang dapat mengolahkotoran domba menjadi pupuk organik dan kemudian dijual ke luar desa jika ada pesanan. Namun,jika tidak ada pesanan, kotoran domba akan dibuang di belakang kandang. Hal ini menunjukkanbahwa pemahaman masyarakat masih kurang dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Metodepenelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihanpengolahan kotoran domba memberikan dampak bagi masyarakat seperti peningkatan pengetahuan,keterampilan dan perubahan sikap dan dampak pelatihan terhadap keberdayaan masyarakat meliputikesadaran dan keinginan untuk berubah, kemampuan untuk meningkatkan kapasitas untukmendapatkan akses, kemampuan untuk menghadapi hambatan dan kemampuan untuk bekerja samadan kesetiakawanan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat telah mengalamiperubahan cara pandang terhadap kotoran domba, dari yang awalnya merupakan sesuatu yang biasasaja menjadi suatu sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagimasyarakat.