Implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPA di tingkat SMP masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya terkait kesiapan guru, ketersediaan fasilitas pendukung, serta penerapan asesmen yang sesuai dengan karakteristik kurikulum. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPA di tingkat SMP di Kota Palangkaraya dengan fokus pada kesiapan guru, ketersediaan fasilitas, dan penerapan strategi asesmen autentik.. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan pengumpulan data melalui kuesioner tertutup skala Likert dan pertanyaan terbuka yang diisi oleh tujuh guru IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual, guru memiliki pemahaman yang sangat baik terhadap komponen kurikulum, seperti Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dengan persentase skor di atas 91,4%. Namun, ditemukan kesenjangan antara pemahaman dan praktik. Aspek pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek memperoleh persentase tertinggi (80,6%), namun guru mengalami kesulitan signifikan dalam asesmen autentik (42,9%) dan penyusunan modul ajar diferensiasi (45,7%). Ketersediaan sarana laboratorium dinilai baik (77,1%), tetapi dukungan eksternal dari pemerintah dinilai masih kurang optimal (40%). Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan yang berfokus pada keterampilan praktis, penyediaan contoh perangkat ajar, pengembangan rubrik asesmen, serta peningkatan fasilitas pendukung untuk memastikan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka.