Pendahuluan: Penyakit ginjal kronis stadium V memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis, dengan keberhasilan yang dinilai melalui adekuasi (Kt/V) sebagai indikator kecukupan dialisis. Kualitas hidup menjadi fokus penting karena banyak pasien hemodialisis masih mengalami keluhan fisik dan psikologis (misalnya nyeri/kram, pruritus, sesak, mual, kelelahan, cemas, gangguan tidur) serta keterbatasan aktivitas dan pekerjaan. Tujuan: mengetahui hubungan ????????/???? dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis. Metode: kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 pasien. Pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner KDQoL SF-36 versi 1.3. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji spearman rank secara komputerisasi. Hasil: Karakteristi responden didominasi usia 56-65 tahun, perempuan dan suku jawa. Lama hemodialisis 13-60 bulan, kondisi berat badan lebih dari 50 kg hingga 60 kg, dengan kenaikan berat badan antar waktu hemodialisis adalah 3-4 kg. Sebagian besar nilai Kt/V dalam kategori cukup sebesar 70% responden dan sebagian besar kualitas hidup pasien dalam kategori baik sebesar 50% responden dengan nilai p value 0,296 (>0.05). Kesimpulan: tidak ada hubungan nilai Kt/V dengan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran: peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian dengan banyak sampel dan variabel yang beragam yang berhubungan dengan Kt/V dan kualitas hidup pasien hemodialisis.