Surya, Happy Cola Mitra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Peningkatan Aksesibilitas Inklusif dan Berkelanjutan di Kawasan Pendidikan Kota Malang Surya, Happy Cola Mitra; Yugihartiman, Masrono
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 23 No 1 (2025): Juni
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/mtm.v23i1.2433

Abstract

Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur dengan bangkitan tarikan perjalanan yang tinggi karena fungsinya sebagai kota pendidikan. Kawasan pendidikan mengakibatkan berkembangnya aktivitas tata guna lahan lain sehingga menjadi sangat padat dan kompleks. Keterkaitan antara tata guna lahan dan sistem transportasi yang belum optimal mengakibatkan lalu lintas campuran sehingga aksesibilitas pejalan kaki sangat terbatas dan berisiko terhadap keselamatan pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi kebijakan melalui peningkatan aksesibilitas yang inklusif dan berkelanjutan guna mereduksi emisi gas buang, meningkatkan walkability index, dan efisiensi ekonomi. Penyediaan kawasan pejalan kaki (pedestrian precinct) di Jalan Gajayana dan Jalan Sumbersari sebagai area khusus bagi pejalan kaki berperan penting dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif dan nyaman, konektivitas dengan halte, penyediaaan lajur pesepeda, micromobility, dan transportasi umum ramah lingkungan, menjadikan lokasi tersebut mampu memberikan multiplier effect yang berpedoman pada 3 aspek sustainable transport, yaitu aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi sebagaimana yang telah dituangkan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran dengan menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Setelah dilakukan simulasi penerapan tersebut, didapatkan bahwa kecepatan rata-rata jaringan sebesar 15,34 km/jam, level of service ruas jalan di Kawasan Pendidikan Kota Malang maksimal C, penurunan emisi gas buang NOx Jalan Gajayana 2 dari 24,81% menjadi 0,10% dan walkability index dari 31,71 menjadi 95,40 (status highly walkable). Dengan demikian, implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan aksesibilitas memiliki potensi signifikan dalam mendorong perbaikan kualitas, dan memberikan dasar strategis dalam perumusan kebijakan transportasi perkotaan yang lebih inklusif dan ramah lingkungan.