Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kurikulum Tersirat Pendidikan Islam dalam Sastra dan Film Indonesia Nurholis, Ujang; Mustofa, Aos; Nurjaman, Nunu; Hamdani, Djaswidi Al; Rizal, Soni Samsu
Salingka Vol 22, No 2 (2025): SALINGKA, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v22i2.1175

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan dan mengeksplorasi manifestasi kurikulum tersirat pendidikan Islam dalam sastra dan film Indonesia sebagai medium transmisi nilai keagamaan di luar sistem pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis, hermeneutika kultural, dan analisis tematik, penelitian ini mengkaji novel-novel bernuansa Islami dan film-film religi Indonesia periode 2010-2024. Novel yang dikaji meliputi Buya Hamka karya Ahmad Fuadi, Para Pencari Keadilan karya Pipiet Senja, Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Sementara itu, film yang dianalisis mencakup Buya Hamka dan Siti Raham Vol. 2, Cinta Subuh, Cinta di Penghujung Malam, animasi Nussa dan Rara, Ajari Aku Islam, Tanda Tanya. Temuan menunjukkan bahwa elemen-elemen kurikulum tersirat pendidikan Islam termanifestasi melalui struktur naratif, pengembangan tokoh, dan tema-tema yang mengintegrasikan nilai akidah, syariah, dan akhlak secara implisit dalam sastra kontemporer. Film Indonesia menggunakan teknik sinematik seperti mise-en-scène, montase, dan elemen auditif untuk mengkonstruksi nilai-nilai keagamaan melalui narasi visual yang menciptakan dampak emosional mendalam. Perbandingan kedua medium mengungkapkan bahwa sastra menawarkan kedalaman refleksi filosofis sementara film memberikan aksesibilitas dan dampak emosional yang lebih luas. Interaksi transmedia antara sastra dan film mencerminkan dinamika pemahaman keagamaan masyarakat Indonesia kontemporer yang menegosiasikan antara tradisi dan modernitas, mengkonstruksi interpretasi Islam yang moderat, inklusif, dan kontekstual yang relevan dengan tantangan kehidupan modern di era digital.This This study describes and explores the manifestation of the implicit curriculum of Islamic education in Indonesian literature and film as a medium of transmission of religious values outside the formal education system. This research uses a qualitative paradigm with a critical discourse analysis approach, cultural hermeneutics, and thematic analysis, this study examines Islamic novels and Indonesian religious films for the period 2010-2024. The novels studied include Buya Hamka by Ahmad Fuadi, Para Penseeker Keadilan by Pipiet Senja, Ayat-Ayat Cinta by Habiburrahman El Shirazy. Meanwhile, the films analyzed include Buya Hamka and Siti Raham Vol. 2, Cinta Subuh, Cinta di Pengend Malam, Nussa and Rara animations, Ajari Aku Islam, Tanda Tanya. The findings show that the implicit curriculum elements of Islamic education are manifested through narrative structures, character development, and themes that implicitly integrate the values of faith, sharia, and morals in contemporary literature. Indonesian films use cinematic techniques such as mise-en-scène, montage, and auditory elements to construct religious values through visual narratives that create a deep emotional impact. A comparison of the two mediums reveals that literature offers a depth of philosophical reflection while film provides accessibility and a wider emotional impact. The transmedia interaction between literature and film reflects the dynamics of religious understanding of contemporary Indonesian society that negotiates between tradition and modernity, constructing a moderate, inclusive, and contextual interpretation of Islam that is relevant to the challenges of modern life in the digital age.