Pemanfaatkan energi angin untuk keperluannya manusia sudah ribuan tahun yang lalu, baik untuk berlayar kapal dan PLT angin untuk pabrik. Dari semua sumber energi terbarukan, tenaga angin adalah yang paling baik dalam hal pengembangan secara komersial. sumber energi ini menarik karena lebih ramah lingkungan dan jumlah nya selalu tersedia. Potensi untuk pengembangan sangat besar, dan dunia ini kapasitas jauh lebih besar dari jumlah konsumsi di seluruh dunia, kapasitas total sekitar 60 000 MW telah dipasang, dengan produksi tahunan sekitar 100 TWh. Sedangkan Pemanfaatan tenaga angin sebagai sumber energi di Indonesia bukan tidak mungkin dikembangkan lebih lanjut. Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia, total kapasitas terpasang dalam sistem konversi energi angin saat ini kurang dari 800 kilowatt Menurut Kepala Subdirektorat Usaha Energi Baru dan Terbarukan Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) ESDM Kosasih Abbas, mengacu pada kebijakan energi nasional, maka pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) harus mampu menghasilkan 250 megawatt (MW) pada tahun 2025.Sistem pembangkit energi hibrid berbasis energy angin dan surya adalah sistem yang menggabungkan beberapa sumber energi untuk memasok energi listrik ke beban. Tujuan utama sistem hibrid adalah memaksmimalkan energi dengan harga murah, bebas polusi, kualitas daya yang bagus, dan energi yang berkesinambungan. Sistem pembangkit tenaga tenaga angin dapat dicapai secara teknis dan ekonomis sesuai dengan persyaratan keandalan sistem. Sebuah Studi kasus dilaporkan menunjukkan pentingnya model HSWSO untuk mengukur kapasitas turbin angin, panel PV dan baterai.