Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Islam Sultan Agung Semarang di SD Negeri Bajo Lohoa, Desa Tanomeha, Kecamatan Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi, bertujuan mendukung revitalisasi dan digitalisasi sekolah di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik sebagai kendala utama dalam pembelajaran berbasis teknologi. Kondisi keterbatasan energi listrik tersebut menyebabkan proses digitalisasi pembelajaran belum berjalan optimal dan membatasi pemanfaatan perangkat elektronik pendukung kegiatan belajar mengajar. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian bekerja sama dengan PT PLN (Persero) ULP Wangi-Wangi melaksanakan serangkaian tahapan kegiatan yang sistematis, meliputi survei lapangan guna mengidentifikasi kebutuhan teknis sekolah, koordinasi dengan pihak sekolah dan PLN, pemasangan perangkat SuperSun berbasis tenaga surya berupa panel surya dan instalasi sistem kelistrikan pendukung, uji coba operasional peralatan, serta sosialisasi penggunaan dan perawatan sistem kepada guru dan pengurus sekolah agar mampu mengelola perangkat secara mandiri dan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekolah kini memiliki sumber listrik alternatif yang lebih stabil dan andal, sehingga memungkinkan penggunaan perangkat pembelajaran digital secara optimal, meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, serta memperkuat pemahaman warga sekolah terhadap konsep energi terbarukan dan pentingnya transisi menuju energi bersih. Dengan demikian, program ini tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui digitalisasi, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pemerataan akses energi dan pendidikan serta peningkatan literasi energi bersih di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Wakatobi.