Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN K3 MENGGUNAKAN METODE HAZOP DALAM RANGKA MENGURANGI RESIKO KERJA DEPARTEMEN PRODUKSI KSO KEBUN DI PTPN XIV UNIT PKS LUWU Kasmayanti, Irma; Budi Utomo, Sukarno; khoiriyah, Nuzulia
Journal of Research and Technology Studies Vol 3 No 2 (2024): Journal of Research and Technology Studies
Publisher : LP3M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PTPN atau PT. Perkebunan Nusantara XIV unit PKS Luwu merupakan salah satu industri hasil pertanian yang berfokus pada pengolahan bahan baku buah kelapa sawit, dimana dikenal sebagai Tandan Buah Segar (TBS) dengan tujuan memproduksi minyak setengah jadi (CPO) dan inti kelapa sawit sebagai produk utama hasil olah.(Sudarmin, n.d.). Dari beberapa hasil observasi, ditemukan berbagai jenis potensi bahaya kerja, yang dapat mengancam keselamatan kerja karyawan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi seberapa besar potensi bahaya kerja bagi karyawan untuk antisipasi dampak kecelakaan kerja. Penerapan metode hazop ini guna untuk menganalisis bahaya kecelakaan kerja disetiap stasiun produksi. Berdasarkan metode yang diterapkan, dilakukan penilaian risiko diberbagai stasiun kerja berdasarkan level atau tingkat bahaya yang akan terjadi. Selain itu terdapat 7 stasiun kerja yang berpotensi bahaya, dapat di klasifikasikan menjadi 4 jenis bahaya kerja (hazard) diantaranya sikap kerja, lokasi kerja, prosedur kerja, dan juga kondisi lingkungan kerja. Temuan dari hasil penelitian menunjukkan adanya potensi hazard yang dikategorikan sebagai risiko paling ekstrim ada pada stasiun boiler dengan kategori risk level catastrophic. Potensi selanjutnya yaitu paling tinggi ada pada stasiun sterilizer dan stasiun press, dengan kategori risk level major. Potensi selanjutnya sedang ada pada stasiun sortasi, loading ramp, dan stasiun biji dengan kategori risk level moderate. Resiko potensi rendah ada pada stasiun timbangan dengan tingkat risk level almost certain.
ANALISIS PENERAPAN K3 MENGGUNAKAN METODE HAZOP DALAM RANGKA MENGURANGI RESIKO KERJA DEPARTEMEN PRODUKSI KSO KEBUN DI PTPN XIV UNIT PKS LUWU Irma; Budi Utomo, Sukarno; Khoiriyah, Nuzulia
Journal of Research and Technology Studies Vol 3 No 2 (2024): Journal of Research and Technology Studies (JRTS)
Publisher : LP3M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PTPN atau PT. Perkebunan Nusantara XIV unit PKS Luwu merupakan salah satu industri hasil pertanian yang berfokus pada pengolahan bahan baku buah kelapa sawit, dimana dikenal sebagai Tandan Buah Segar (TBS) dengan tujuan memproduksi minyak setengah jadi (CPO) dan inti kelapa sawit sebagai produk utama hasil olah.(Sudarmin, n.d.). Dari beberapa hasil observasi, ditemukan berbagai jenis potensi bahaya kerja, yang dapat mengancam keselamatan kerja karyawan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi seberapa besar potensi bahaya kerja bagi karyawan untuk antisipasi dampak kecelakaan kerja. Penerapan metode hazop ini guna untuk menganalisis bahaya kecelakaan kerja disetiap stasiun produksi. Berdasarkan metode yang diterapkan, dilakukan penilaian risiko diberbagai stasiun kerja berdasarkan level atau tingkat bahaya yang akan terjadi. Selain itu terdapat 7 stasiun kerja yang berpotensi bahaya, dapat di klasifikasikan menjadi 4 jenis bahaya kerja (hazard) diantaranya sikap kerja, lokasi kerja, prosedur kerja, dan juga kondisi lingkungan kerja. Temuan dari hasil penelitian menunjukkan adanya potensi hazard yang dikategorikan sebagai risiko paling ekstrim ada pada stasiun boiler dengan kategori risk level catastrophic. Potensi selanjutnya yaitu paling tinggi ada pada stasiun sterilizer dan stasiun press, dengan kategori risk level major. Potensi selanjutnya sedang ada pada stasiun sortasi, loading ramp, dan stasiun biji dengan kategori risk level moderate. Resiko potensi rendah ada pada stasiun timbangan dengan tingkat risk level almost certain.
Pemanfaatan Energi Hibrid Matahari Dan Angin Optimum Ekonomis Untuk Kondisi Angin Yang Variatif Di Indonesia Budi Utomo, Sukarno; Hariningrum, Rita; Kurnia Rahmawan, Afeef
Marine Science and Technology Journal Vol 7 No 1 (2026): Marine Science and Technology Journal
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/maristec.v7i1.4337

Abstract

Pemanfaatkan energi angin untuk keperluannya manusia sudah ribuan tahun yang lalu, baik untuk berlayar kapal dan PLT angin untuk pabrik. Dari semua sumber energi terbarukan, tenaga angin adalah yang paling baik dalam hal pengembangan secara komersial. sumber energi ini menarik karena lebih ramah lingkungan dan jumlah nya selalu tersedia. Potensi untuk pengembangan sangat besar, dan dunia ini kapasitas jauh lebih besar dari jumlah konsumsi di seluruh dunia, kapasitas total sekitar 60 000 MW telah dipasang, dengan produksi tahunan sekitar 100 TWh. Sedangkan Pemanfaatan tenaga angin sebagai sumber energi di Indonesia bukan tidak mungkin dikembangkan lebih lanjut. Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia, total kapasitas terpasang dalam sistem konversi energi angin saat ini kurang dari 800 kilowatt Menurut Kepala Subdirektorat Usaha Energi Baru dan Terbarukan Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) ESDM Kosasih Abbas, mengacu pada kebijakan energi nasional, maka pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) harus mampu menghasilkan 250 megawatt (MW) pada tahun 2025.Sistem pembangkit energi hibrid berbasis energy angin dan surya adalah sistem yang menggabungkan beberapa sumber energi untuk memasok energi listrik ke beban. Tujuan utama sistem hibrid adalah memaksmimalkan energi dengan harga murah, bebas polusi, kualitas daya yang bagus, dan energi yang berkesinambungan. Sistem pembangkit tenaga tenaga angin dapat dicapai secara teknis dan ekonomis sesuai dengan persyaratan keandalan sistem. Sebuah Studi kasus dilaporkan menunjukkan pentingnya model HSWSO untuk mengukur kapasitas turbin angin, panel PV dan baterai.
Implementasi SuperSun sebagai sumber energi alternatif dalam revitalisasi dan digitalisasi SD Negeri Bajo Lohoa, Wakatobi Amin, Miftakhul; Sagaf, Muhammad; Budi Utomo, Sukarno; Dwi Prasetyowati, Sri Arttini; Fatmawati, Wiwiek
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2023

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Islam Sultan Agung Semarang di SD Negeri Bajo Lohoa, Desa Tanomeha, Kecamatan Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi, bertujuan mendukung revitalisasi dan digitalisasi sekolah di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik sebagai kendala utama dalam pembelajaran berbasis teknologi. Kondisi keterbatasan energi listrik tersebut menyebabkan proses digitalisasi pembelajaran belum berjalan optimal dan membatasi pemanfaatan perangkat elektronik pendukung kegiatan belajar mengajar. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian bekerja sama dengan PT PLN (Persero) ULP Wangi-Wangi melaksanakan serangkaian tahapan kegiatan yang sistematis, meliputi survei lapangan guna mengidentifikasi kebutuhan teknis sekolah, koordinasi dengan pihak sekolah dan PLN, pemasangan perangkat SuperSun berbasis tenaga surya berupa panel surya dan instalasi sistem kelistrikan pendukung, uji coba operasional peralatan, serta sosialisasi penggunaan dan perawatan sistem kepada guru dan pengurus sekolah agar mampu mengelola perangkat secara mandiri dan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekolah kini memiliki sumber listrik alternatif yang lebih stabil dan andal, sehingga memungkinkan penggunaan perangkat pembelajaran digital secara optimal, meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, serta memperkuat pemahaman warga sekolah terhadap konsep energi terbarukan dan pentingnya transisi menuju energi bersih. Dengan demikian, program ini tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui digitalisasi, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pemerataan akses energi dan pendidikan serta peningkatan literasi energi bersih di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Wakatobi.