Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Remaja terhadap Risiko Pernikahan Dini melalui Seminar Pendidikan Nonformal Karsinah, Karsinah; Susanto, Susanto; Winanto, William; Wulandari, Putri; Yanti, Puja
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Inovasi kepada Masyarakat (PENAMAS) Vol. 4 No. 1 (2026): PENAMAS Januari 2026
Publisher : LPPM STIAB JINARAKKHITA LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60046/penamas.v4i1.274

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi persoalan sosial yang kompleks di Indonesia, dengan dampak negatif terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan remaja. Upaya pencegahan yang hanya bersifat normatif dan legal terbukti belum cukup menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama remaja di wilayah pedesaan dan komunitas rentan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai pernikahan dini serta peran pendidikan sebagai strategi pencegahan. Metode yang diterapkan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui seminar interaktif, diskusi, refleksi, dan pendampingan, yang menempatkan peserta sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta terhadap dampak pernikahan dini, serta kemampuan mengaitkan materi dengan kondisi sosial-budaya di lingkungan mereka. Selain itu, kegiatan ini memperkuat peran keluarga, komunitas, dan organisasi lokal dalam mendukung remaja. Temuan ini menegaskan bahwa seminar edukatif-partisipatif tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran kritis dan motivasi remaja untuk memprioritaskan pendidikan. Dengan demikian, model pengabdian ini efektif sebagai strategi preventif yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain dengan risiko tinggi pernikahan anak, sekaligus mendukung tercapainya tujuan pembangunan masyarakat yang inklusif dan berdaya.
Storytelling as a strategy for developing student concentration in non-formal schools Winanto, William; Widiyanto, Widiyanto; Sutawan, Komang
International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Vol 9, No 1 (2025): International Journal of Science and Applied Science: Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijsascs.v9i1.113262

Abstract

Children's concentration in learning is an important factor in the success of the learning process, especially in non-formal educational environments such as Buddhist Sunday School (SMB). One approach that can be used to improve children's concentration is the storytelling approach. This study aims to determine the effect of the storytelling approach on the concentration of Mahakusala SMB children in understanding the Buddhist teachings delivered in class. The method used in this study is a quantitative approach with an observational research design and the use of a questionnaire as a concentration measurement tool. The subjects in this study were 30 children aged 10–13 years old from Mahakusala Buddhist Sunday School (SMB). Based on data collected through direct observation during the storytelling process and the completion of questionnaires that had been tested for validity and reliability, the findings highlight the potential of storytelling not only as an engaging teaching strategy but also as a practical tool for improving student focus. Applying the storytelling approach in other Buddhist Sunday schools (SMB) can produce similar improvements, supporting educators in fostering better attention and deeper understanding among students. The results of this study show a positive and significant effect of the storytelling approach on children's concentration. This is evidenced by an R square value of 0.973, which means that 97.3% of the variation in children's concentration can be explained by the use of the storytelling approach, while 2.7% is influenced by other factors. Thus, the storytelling approach has been proven to be more effective in improving children's concentration in learning activities at Mahakusala SMB and can be recommended for use as the main strategy in Dhamma learning.