Puspitasari, Nurmeiati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Ponjong Puspitasari, Nurmeiati; Tuharto, Tuharto
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 11, No 3 (2025): Jurnal Pedagogi Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v11i3.20574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis ditinjau dari gaya belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ponjong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 57 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ponjong. Data diperoleh dari angket gaya belajar dan tes matematika yang mengukur kemampuan berpikir kreatif matematis serta dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ponjong mayoritas cenderung pada gaya belajar kinestetik, diikuti auditorial, visual, auditorial-kinestetik, visual-auditorial, dan visual-kinestetik; (2) Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa cenderung di tingkat sedang dengan siswa bergaya belajar visual, kinestetik, dan visual-auditorialnya cenderung di tingkat sedang, auditorial di tingkat rendah, visual-kinestetik di tingkat sedang dan rendah, serta auditorial-kinestetik di tingkat tinggi dan sedang. Selain itu, siswa bergaya belajar visual paling kuat di fluency, lemah di originality, serta paling kuat dibanding gaya belajar lain di flexibility dan elaboration. Siswa bergaya belajar auditorial paling kuat di fluency, lemah di originality, serta paling lemah dibanding gaya belajar lain di fluency, flexibility dan elaboration. Siswa bergaya belajar kinestetik, visual-auditorial, dan visual-kinestetik paling kuat di fluency dan lemah di originality. Kemudian, siswa bergaya belajar auditorial-kinestetik paling kuat di fluency, lemah di originality, serta paling kuat dibanding gaya belajar lain di fluency dan originality-nya. Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang berbeda-beda dan masih kurang optimal pada siswa berdasarkan masing-masing gaya belajar yang dimiliki, diharapkan adanya pembelajaran yang lebih memperhatikan perbedaan gaya belajar siswa juga peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.