Septi, Firli Nisa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kerawanan Erosi Dengan Metode Clustering dan Pembobotan Berbasis Google Earth Engine di Kecamatan Toba, Kalimantan Barat Septi, Firli Nisa; Sampurno, Joko; Faryuni, Irfana Diah
Majalah Geografi Indonesia Vol 40, No 1 (2026): In Progres
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.111478

Abstract

Abstact. Erosi tanah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang signifikan dan perlu mendapat perhatian serius, khususnya di daerah dengan intensitas curah hujan tinggi serta perubahan tata guna lahan akibat aktivitas pertambangan, perkebunan, maupun aktivitas manusia lainnya, seperti yang terjadi di Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kondisi ini tidak hanya dapat mengancam kelestarian dan fungsi lahan, tetapi juga berpotensi menurunkan kesuburan tanah, mengurangi produktivitas pertanian, serta mengakibatkan degradasi lingkungan yang berdampak langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat serta ekosistem sekitarnya. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan erosi di Kecamatan Toba dengan memanfaatkan metode clustering dan pembobotan berbasis platform Google Earth Engine (GEE). Analisis dilakukan dengan lima parameter utama, yaitu kemiringan lereng, tekstur tanah, curah hujan, Indeks vegetasi (NDVI), dan tutupan lahan pada periode 2019–2024. Parameter-parameter ini diklasifikasi ke dalam lima kelas, kemudian dikombinasikan dengan pembobotan untuk menghasilkan peta tingkat kerawanan erosi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar wilayah Kecamatan Toba berada pada tingkat kerawanan sedang hingga tinggi, dengan luasan masing-masing sebesar 55.898 ha (49,6%) dan 11.950 ha (10,6%). Area dengan kerawanan rendah tercatat seluas 42.331 ha (37,5%) dan area sangat rawan seluas 2.583 ha (2,3%), sedangkan kelas tidak rawan tidak ditemukan. Model peta kerawanan erosi divalidasi menggunakan data titik kejadian longsor sebagai proxy tingkat kerawanan erosi dan menghasilkan tingkat akurasi 98,61%. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan informasi penting mengenai distribusi spasial tingkat kerawanan erosi dan menjadi acuan strategis bagi pemerintah daerah, peneliti, maupun pihak terkait lainnya dalam perencanaan pengelolaan lahan, penyusunan strategi konservasi tanah, serta upaya mitigasi risiko erosi secara tepat.Abstract.Soil erosion poses a major threat to environmental sustainability in humid tropical regions that are undergoing rapid land-use changes. The Toba District, Sanggau Regency, West Kalimantan, is particularly vulnerable because of the high rainfall intensity combined with extensive mining activities, plantation expansion, and other anthropogenic disturbances. These pressures accelerate land degradation, reduce soil fertility and agricultural productivity, and threaten the ecosystem services and local livelihoods. This study aimed to spatially assess and map soil erosion vulnerability in the Toba District, supporting sustainable land management and spatial planning efforts. The analysis was conducted using the cloud-based Google Earth Engine (GEE) platform, applying an integrated clustering and weighted overlay approach. Five key erosion-controlling parameters were incorporated: slope gradient, soil texture, rainfall intensity, vegetation condition represented by the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), and land cover dynamics from 2019 to 2024. Each parameter was classified and weighted according to its relative influence on erosion processes to produce a comprehensive erosion vulnerability map. The results indicate a widespread vulnerability to erosion across the study area. Medium-vulnerability zones dominated, covering 55,898 ha (49.6%), followed by low-vulnerability regions, which accounted for 42,331 ha (37.5%). High- and very-high-vulnerability classes accounted for 11,950 ha (10.6%) and 2,583 ha (2.3%), respectively, with no non-vulnerable areas identified. Validation against historical landslide data as a proxy for erosion vulnerability yielded an overall accuracy of 98.61%. The resulting map provides a robust decision-support tool for prioritizing soil conservation measures and strategies to mitigate erosion risk.Submitted: 2025-09-25 Revisions:  2025-11-19 Accepted: 2026-02-01 Published: 2024-02-06