Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Psikometrik dan Keselarasan Instruksional pada Butir Penilaian Sumatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Padmarani, Kejora; Wagiran, Wagiran
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v6i3.3088

Abstract

Kualitas asesmen merupakan komponen fundamental dalam keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka, terutama pada satuan pendidikan madrasah yang menghadapi tantangan kompleks dalam memastikan keselarasan antara pembelajaran dan penilaian. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas psikometri instrument asesmen sumatif Bahasa Indonesia Fase F sekaligus mengkaji kesesuaian pembelajaran yang melandasinya. Menggunakan pendekatan mixed method dengan desain sequential explanatory, penelitian ini melibatkan 100 peserta didik kelas XI serta seorang guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai informan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui dokumentasi naskah soal dan hasil ujian, kemudian dianalisis berdasarkan validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi untuk memberikan penjelasan mendalam terhadap temuan statistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revisi instrument memberikan peningkatan signifikan pada kualitas tes, terutama pada aspek validitas pilihan ganda yang meningkat 72% menjadi 92% dan reliabilitas yang meningkat dari 0,486 menjadi 0,630. Pada soal esai, seluruh butir soal menunjukkan validitas sangat tinggi (0,793-0,911) dan reliabilitas unggul (0,923). Meskipun demikian, daya pembeda sebagian butir soal pilihan ganda tetap rendah dan mayoritas butir soal pindah ke kategori mudah yang menandakan berkurangnya daya seleksi intrumen. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa penjelasan belum memberikan pengalaman membaca dan analisis teks kompleks secara memadai sehingga tidak sejalan dengan tuntutan Capaian Pembelajaran Fase F. Penelitian ini menegaskan urgensi perbaikan instrument asesmen sekaligus penguatan pembelajaran agar penilaian mampu menggambarkan kemampuan literasi kritis peserta didik secara lebih akurat, valid, dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
TINJAUAN LITERATUR PENGGUNAAN GAME-BASED LEARNING (GBL) BERBANTUAN BAMBOOZLE DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA GUNA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MURID SMA Padmarani, Kejora; Haryadi, Haryadi; Setyaningsih, Nas Haryati
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i2.10015

Abstract

This study analyzes the use of Game-Based Learning (GBL) supported by Bamboozle in Indonesian language instruction to develop high school students’ critical thinking skills. The method employed was a literature review using a descriptive qualitative approach to 15 relevant scientific articles. Data analysis was conducted through content analysis to identify patterns and trends in the research findings. The results indicate that the use of Bamboozle within the GBL framework can encourage active student engagement through interactive and collaborative learning activities. This engagement contributes to the development of critical thinking skills, particularly in the aspects of evaluation and argument construction. Furthermore, the integration of Bamboozle with collaborative learning models strengthens the process of discussion and the exchange of ideas, which supports the formation of students’ critical thinking. Thus, the use of Bamboozle in Indonesian language learning has the potential to serve as a learning strategy that supports the development of students’ critical thinking skills. ABSTRAK Kajian ini menganalisis penggunaan Game-Based Learning (GBL) berbantuan Bamboozle dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis murid SMA. Metode yang digunakan adalah kajian Pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap 15 artikel ilmiah yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi untuk mengidentifikasi pola dan kecenderungan temuan penelitian. Hasil kajian menunukkan bahwa pemanfaatan Bamboozle dalam kerangka GBL mampu mendorong keterlibatan aktif murid melalui aktivitas pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif. Keterlibatan tersebut berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis, khususnya dalam aspek evaluas dan penyusunan argument. Selain itu, integrasi Bamboozle dengan model pembelajaran kolaboratif memperkuat proses diskusi dan pertukaran ide yang mendukung pembentukan pemikiran kritis murid. Dengan demikian, penggunaan Bamboozle dalam pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki potensi sebagai strategi pembelajaran yang mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis murid.
Pengembangan Desain Konseptual Pembelajaran Apresiasi Sastra melalui Integrasi Strategi BKAS dan Pembelajaran Berdiferensiasi Padmarani, Kejora
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9556

Abstract

Literary appreciation instruction plays a crucial role in developing students’ critical and creative thinking skills, as well as their aesthetic sensitivity. However, school practices remain monotonous and do not yet accommodate the diversity of students’ characteristics. The Guidance Strategy for Literary Criticism and Appreciation (BKAS) is effective in developing appreciation skills, but it does not fully address differences in learning needs. Differentiated instruction provides flexibility in the learning process, but it has not been widely applied specifically in the context of literary appreciation. This study aims to develop a conceptual design for literary appreciation instruction through the integration of the BKAS strategy and differentiated instruction. The study employs a qualitative approach using a literature review based on national journals and relevant references from the past five years, analyzed using content analysis techniques. The results of the study indicate that the integration of BKAS strategies and differentiated instruction can produce a flexible, adaptive, and student-centered instructional design. This design is capable of increasing student engagement while developing critical and creative thinking skills. However, it remains conceptual and has not yet been empirically tested, thus requiring further research.