Masalah dalam penelitian ini adalah penurunan prestasi atlet pencak silat Perguruan Patbanbu Tunggul Hitam dari tahun 2023 hingga 2024, meskipun memiliki sejarah panjang dan prestasi sebelumnya seperti 2 emas di Porprov Riau 2023. Pembinaan yang mencakup karakter, keterampilan teknik-taktik, dan peluang kompetisi belum optimal untuk mendukung pengembangan IPSI Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembinaan prestasi atlet pencak silat di Perguruan Patbanbu Tunggul Hitam dan mengetahui kontribusi prestasinya terhadap pengembangan IPSI Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan field research. Penelitian dilaksanakan di Perguruan Patbanbu Tunggul Hitam, Padang, pada Oktober 2025. Informan melibatkan pimpinan perguruan (Pak Uun), pelatih (Fadila Teresa), atlet lama (Ihsan), atlet baru (Fariq), dan orang tua atlet (Buk Suci). Metode pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis data melalui domain, taksonomi, komprehensial, dan tema (Spradley), serta triangulasi untuk keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan prestasi di Patbanbu menekankan budi pekerti (hormat, disiplin, tanggung jawab), dilanjutkan latihan silat olahraga, tradisi, dan seni, dengan strategi berjenjang dari usia dini hingga dewasa melalui O2SN, Porprov, dan Kejurprov. Prestasi mendukung IPSI Padang meski fluktuatif, dengan peluang besar dari regenerasi dan event seperti Kejur Kapolres Sumbar. Namun, diperlukan peningkatan fasilitas, program tertulis, dan eksposur nasional untuk optimalisasi. Kata kunci: pembinaan prestasi, atlet pencak silat, patbanbu tunggul hitam