Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonepantai: The Relationship Between Diet and Hypertension Incidence in the Bonepantai Community Health Center Work Area Fadjar Ramdan I. Bobihu; Muhammad Isman Jusuf; Sitti Fatimah M. Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10328

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi kenaikan tekanan darah di atas normal (140/90 mmHg) yang menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia, di mana pola makan yang buruk seperti konsumsi tinggi natrium dan lemak menjadi salah satu faktor risiko utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bonepantai, mengingat tingginya angka penderita di Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross-sectional terhadap 71 responden peserta Prolanis yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pola makan tidak baik sebanyak 37 orang (52,1%) dan sebanyak 35 orang (49,3%) menderita hipertensi. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menghasilkan nilai p-value 0,000 (), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi. Pembahasan mengungkap bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi natrium (MSG, ikan asin) dan lemak (gorengan) yang mudah dijangkau di wilayah pesisir berkontribusi pada tingginya tekanan darah responden. Simpulan dari penelitian ini adalah pola makan yang tidak sehat secara nyata meningkatkan risiko kejadian hipertensi, sehingga penerapan pola makan seimbang dan pembatasan asupan natrium sangat diperlukan sebagai langkah preventif.