Abstrak: Desa Padang Luas merupakan salah satu desa di Kecamatan Kurau yang didominasi sektor pertanian. Kelompok Tani Harapan Bersama merupakan kelompok tani di Desa Padang Luas dan beranggotakan 23 orang. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan dan menerapkan teknologi Smart Pest Controller berbasis energi terbarukan sebagai solusi pengendalian hama ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, keterampilan mitra yang ditingkatkan meliputi kemampuan pengoperasian dan pemeliharaan alat pengendali hama, serta pengambilan keputusan berbasis efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan. Teknologi ini memanfaatkan LED ultraviolet, lampu blitz, kawat listrik tegangan tinggi, dan speaker ultrasonik untuk mengendalikan hama serangga, burung, dan tikus. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, instalasi alat, dan evaluasi. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman petani terhadap teknologi pengendalian hama sebesar 102%. Dampak dari penerapan alat ini tercermin dalam menurunnya intensitas serangan hama dan penghematan petani dari sisi ekonomi sebesar Rp 1.568.000. Penggunaan alat ini terbukti tidak hanya menekan penggunaan pestisida, tetapi juga meningkatkan keberdayaan petani dalam menghadapi ancaman hama secara berkelanjutan.Abstract: Padang Luas Village is one of the villages in Kurau Subdistrict that is dominated by the agricultural sector. The Harapan Bersama Farmer Group is a farmer group in Padang Luas Village with 23 members. This activity aims to introduce and apply renewable energy-based Smart Pest Controller technology as an environmentally friendly pest control solution. Through this activity, the partners' skills are improved, including the ability to operate and maintain pest control equipment, as well as make decisions based on cost efficiency and environmental sustainability. This technology utilizes ultraviolet LEDs, flash lights, high-voltage electric wires, and ultrasonic speakers to control insect, bird, and rodent pests. The activity was carried out through socialization, training, tool installation, and evaluation. Pre-test and post-test results showed a 102% increase in farmers' understanding of pest control technology. The impact of implementing this tool is reflected in a decrease in pest attack intensity and economic savings for farmers amounting to IDR 1,568,000. The use of this tool has been proven to not only reduce pesticide use but also increase farmers' resilience in facing pest threats in a sustainable manner.