Abstrak: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penyebaran HIV/AIDS. Fenomena ini diperparah dengan minimnya literasi kesehatan, berkembangnya stigma negatif, dan disparitas akses informasi di lingkungan sekolah. Sementara, pendekatan penyuluhan konvensional yang bersifat satu arah seringkali kurang efektif dalam memodifikasi sikap dan perilaku. Oleh karena itu, diperlukan strategi intervensi yang melibatkan partisipasi aktif dan rekayasa sosial, yang selaras dengan budaya sekolah dan memanfaatkan pengaruh teman sebaya. Kegiatan yang melibatkan 75 peserta dari kelompok umur remaja ini akan mengevaluasi efektivitas sosialisasi HIV/AIDS yang didasarkan pada metode participatory action research, kemudian diintegrasikan dengan social engineering demi meningkatkan pengetahuan dan kesiapan perilaku pencegahan di kalangan siswa. Dinamika adopsi pola trajektori ini selaras dengan prinsip-prinsip Teori Difusi Inovasi, yang dicirikan oleh keunggulan komparatif materi yang disajikan, potensi pengujian empiris melalui simulasi, visibilitas hasil pembelajaran, serta relevansinya dengan konteks institusi pendidikan, diperkuat oleh peran early adopters dan mekanisme pembelajaran sebaya. Hasil penelitian berupa intervensi mengindikasikan peningkatan kapasitas kognitif yang konsisten di kalangan seluruh partisipan.Abstract: Adolescents constitute an age group that is particularly vulnerable to the spread of HIV/AIDS. This vulnerability is exacerbated by limited health literacy, the persistence of negative stigma, and disparities in access to information within school environments. Meanwhile, conventional, one-way educational approaches often prove insufficient in effectively modifying attitudes and behaviors. Therefore, intervention strategies that emphasize active participation and social engineering, align with school culture, and leverage peer influence are critically needed. This study, involving 75 adolescent participants, evaluates the effectiveness of HIV/AIDS socialization programs based on participatory action research methods, integrated with social engineering approaches to enhance students’ knowledge and readiness for preventive behaviors. The dynamics of the adoption trajectory observed in this intervention align with the principles of the Diffusion of Innovation Theory, as reflected in the comparative advantage of the instructional materials, opportunities for empirical testing through simulation, the visibility of learning outcomes, and their relevance to the educational context, further reinforced by the role of early adopters and peer learning mechanisms. The findings of the intervention indicate a consistent improvement in cognitive capacity across all participants.Â