Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kesulitan membaca pada siswa taman kanak-kanak serta mengevaluasi efektivitas metode fonik sebagai bentuk intervensi awal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap seorang siswa taman kanak-kanak yang mengalami kesulitan membaca. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan guru, observasi kegiatan belajar, serta asesmen psikologis menggunakan Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) dan Tes Frostig. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengintegrasikan temuan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki kapasitas intelektual verbal pada kategori rata-rata, namun mengalami hambatan signifikan pada kemampuan performa non-verbal dan persepsi visual yang berada di bawah usia kronologis. Hambatan tersebut berdampak pada kesulitan mengenal dan membedakan huruf, serta membaca suku kata dan kata sederhana. Implementasi metode fonik menunjukkan peningkatan kemampuan pengenalan huruf, bunyi huruf, dan kemampuan mengeja suku kata sederhana. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa metode fonik efektif sebagai intervensi awal untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak taman kanak-kanak dengan kesulitan membaca, meskipun masih diperlukan dukungan visual dan pendampingan berkelanjutan untuk mencapai kemandirian membaca.