Sherina Oktadiani Murad
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN USIA GESTASI, JENIS PERSALINAN, DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RSUD KOTA MATARAM Sherina Oktadiani Murad; Ananta Fittonia Benvenuto; Shinta Wulandhari; I Wayan Suradhipa
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/m1sv3671

Abstract

Ikterus neonatorum merupakan kondisi klinis yang sering terjadi pada bayi baru lahir akibat peningkatan kadar bilirubin tidak terkonjugasi yang dipengaruhi oleh ketidakmatangan fungsi hati serta faktor maternal dan perinatal. Kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani secara tepat. Identifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum penting dilakukan sebagai dasar upaya pencegahan dan deteksi dini pada pelayanan neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia gestasi, jenis persalinan, dan paritas dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Data diperoleh dari rekam medis neonatus yang lahir di RSUD Kota Mataram pada periode Januari–Desember 2023. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis persalinan (p = 0,008) dan paritas (p = 0,013) dengan kejadian ikterus neonatorum. Sementara itu, usia gestasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian ikterus neonatorum (p = 0,372). Jenis persalinan dan paritas merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum, sedangkan usia gestasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Pemantauan faktor maternal dan proses persalinan perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan komplikasi hiperbilirubinemia pada neonatus.