Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KANDIDIASIS LOKAL DAN SISTEMIK PADA ANAK Ananta Fittonia Benvenuto
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandidiasis merupakan masalah kesehatan anak yang masih sering ditemukan di masyarakat. Hal ini berkaitan dengan higienitas lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggal dan peralatan yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Infeksi kandidiasis ini sering memiliki manifestasi yang bersifat lokal maupun sistemik. Pembahasan kali ini akan merangkum mengenai kandidiasis yang sering terjadi baik lokal maupun sistemik, terutama pada anak-anak. Akan dibahas mulai dari definisi sampai dengan penatalaksanaan yang tepat bagi penderita infeksi ini.
ABSES CEREBRI PADA ANAK Ananta Fittonia Benvenuto
JURNAL KEDOKTERAN Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abses intrakranial merupakan kondisi yang jarang terjadi, namun ini adalah suatu kondisi infeksi yang serius, yang dapat mengancam jiwa. Kondisi-kondisi abses intrakranial yang termasuk di dalamnya diantaranya adalah abses cerebri dan empiema subdural ataupun ekstradural. Pengklasifikasiannya sendiri disesuaikan dengan lokasi anatomis atau agen yang menjadi penyebabnya. Abses intrakranial sendiri dapat berasal dari infeksi struktur organ yang berdekatan dengan otak (misalnya, otitis media, infeksi gigi, mastoiditis, sinusitis), sebagai efek sekunder dari penyebaran secara hematogen yang berasal dari organ yang agak jauh (terutama pada pasien dengan penyakit jantung bawaan sianotik), setelah trauma di daerah kepala ataupun pasca operasi, dan pada kondisi yang jarang terjadi yaitu mengikuti terjadinya meningitis sebelumnya. Pada setidaknya 15% kasus, tidak ada sumber infeksi ataupun sumber penyebaran yang dapat diidentifikasi. Dimana tatalaksana yang dapat dilakukan dengan pembedahan dikombinasi dengan pemberian antibiotik
Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dan Status Gizi Anak dengan Kejadian ISPA pada Anak Usia 0-5 Tahun di Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Putu Shanti Ayudiana Budi; Ananta Fittonia benvenuto; Fahriana Azmi; I Putu Dedy Arjita
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 8 No.2 November 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v8i2.9044

Abstract

ARTI (Acute Respiratory Tract Infection) is an infectious disease of the upper or lower respiratory tract that can cause various spectrums of disease from mild infection to severe and deadly disease, depending on the pathogen causing it. Mother's education level and nutritional status are factors that are indirectly related to the incidence of ARTI in children. Nutritional status has an important role in the child's immune system. Observational analytic quantitative research with a cross sectional study design. The sampling technique used consecutive sampling. The study was conducted at District Hospitals and all Public Health Centers in North Lombok Regency in July 2022. The research sample was 207 respondents . The data obtained were analyzed by Chi Square test. The limit of significance value is (p≤ 0.05). The study showed that from 207 respondents, 155 children (74.90%) who had positive ARTI had middle maternal education. The results of the bivariate analysis showed that the p-value <0.05 (p-value = 0.00). Based on the nutritional status variable, from 207 respondents, 139 people (95.90%) positively experienced ARTI with malnutrition. The results of the bivariate analysis showed that the p-value < 0.00 (p-value = 0.00). The PR value obtained in this study was PR > 1 (PR = 6.76) (95% CI = 2.46 – 18.57). There is a significant relationship between the mother's education level and nutritional status of children incidence of ARI in children aged 0-5 years in North Lombok Regency, NTB Province.
Hubungan Pemberian Susu Formula dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 0-6 Bulan Galbi Widad; Ananta Fittonia Benvenuto; Ronanarasafa Ronanarasafa; Made Supartha
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.969 KB)

Abstract

Penyakit diare masih menjadi masalah global dengan derajat kesakitan dan kematian yang tinggi di berbagai negara berkembang, dan juga sebagai salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian anak di dunia. WHO merekomendasikan ASI Eksklusif untuk bayi sampai umur 6 bulan dan kemudian dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI sampai bayi berumur 2 tahun atau lebih. Susu formula merupakan salah satu jenis makanan prelaktal yang sering diberikan pada neonatus. Untuk mengetahui hubungan pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Karang Pule Kota Mataram. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik observasional dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan di Puskesmas Karang Pule Kota Mataram pada bulan November – Desember 2021. Sampel penelitian sebanyak 78 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi-Square. Responden yang tidak diberi susu formula dan tidak menderita diare sebanyak 23 orang (74,2%). Responden yang diberi susu formula dan tidak menderita diare sebanyak 8 orang (25,8%). Sedangkan responden yang tidak diberi susu formula namun menderita diare sebanyak 22 orang (53,2%), dan responden yang diberi susu formula dan menderita diare sebanyak 25 orang (46,8%). Berdasarkan p value yang didapat melalu uji chi square dengan tabel 2x2 didapatkan p value (0,017) < α (0,05). Adanya hubungan yang bermakna antara pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Karang Pule Kota Mataram.
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSLUSIF, BERAT BADAN LAHIR RENDAH, DAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN ANGKA KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA Mira Erliandani; Risky Irawan Putra Priono; Siti Ruqayyah; Ananta Fittonia Benvenuto
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i2.19141

Abstract

Indonesia masuk dalam 10 besar negara dengan kematian tertinggi akibat pneumonia. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang hubungan riwayat pemberian ASI ekslusif, BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), dan kondisi fisik rumah dengan angka kejadian Pneumonia pada balita. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan ASI eksklusif, BBLR, dan kondisi fisik rumah dengan angka kejadian pneumonia pada balita. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional, penelitian ini sudah disetujui dan lolos uji etik. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kediri dengan sampel penelitian sebanyak 62 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi square dan regresi linier berganda. Batas nilai signifikansi adalah P-value 0,05. Hasil penelitian ini Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan, terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif, BBLR, dan kondisi fisik rumah dengan angka kejadian pneumonia pada balita. Koefisien korelasi yang positif (+) berarti terdapat hubungan yang sangat kuat dan searah antara variabel bebas dan terikat, serta koefisien korelasi bernilai negatif (-), yang berarti terdapat hubungan yang kuat antara riwayat pemberian ASI eksklusif, Berat Badan Lahir Rendah, dan kondisi fisik rumah dengan kejadian pneumonia pada balita. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat BBLR, dan kondisi fisik rumah dengan pneumonia pada balita
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA ANAK DI KABUPATEN LOMBOK UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT (NTB) Renaldo Tegar Prasetyo; Ananta Fittonia Benvenuto; Suci Nirmala; Sahrun
Nusantara Hasana Journal Vol. 2 No. 12 (2023): Nusantara Hasana Journal, May 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v2i12.848

Abstract

Pneumonia is a disease that attacks the lung tissue and is characterized by coughing and difficulty breathing which causes a wide spectrum of disease from mild to severe and deadly infections, depending on the causative pathogen. Nutritional status is a factor that is indirectly related to the incidence of pneumonia in children. Nutritional status has an important role in the child's immune system, malnutrition will be associated with a condition of decreased immune system so that various diseases can arise easily. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and the incidence of pneumonia in children in North Lombok District, NTB Province. The method used in this research is observational quantitative analytic research with a cross sectional study design. The sampling technique used consecutive sampling. The research was conducted at the District Hospital and all Community Health Centers in North Lombok Regency in April 2023. The research sample was 75 respondents. The data obtained were analyzed by Chi Square test. The significance value limit is (p≤ 0.05). The study showed that from 75 respondents, 57 people (76.0%) had positive pneumonia with malnutrition. The results of the bivariate analysis showed that the p - value < 0.05 (p - value = 0.03). There is a significant relationship between nutritional status and the incidence of pneumonia in children in North Lombok, West Nusa Tenggara.
The Relationship between Worm Infection and Stunting in Children in Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province Ananta Fittonia Benvenuto; I Gede Angga Adnyana; Velia Maya Samodra; Fahriana Azmi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.977 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.1483

Abstract

Stunting is a condition of weight that is not in accordance with the height for children his age, caused by internal factors, namely low nutrition, inadequate maternal nutritional intake during pregnancy and external factors, namely pregnancy infection in the mother and the presence of infectious diseases in children. Worm infection is one of the most common diseases in children. This study aims to determine the relationship between intestinal worm infection and the incidence of stunting in children and the risk factors associated with intestinal worm infection in Central Lombok district, NTB province. A cross-sectional survey was conducted on 170 children with stunting in Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. This research took place from January-March 2021. The sample of this study was children with stunting in 8 Puskesmas in Central Lombok Regency. This study used a purposive sampling method, the independent variable was intestinal worm infection and the dependent variable was stunting. The children's parents were given an informed consent form, a set of personal protective equipment in the form of a mask and a pair of handscones, a stool pot, plastic, and oil paper. Children were also taken blood for ELISA examination, the primary data obtained in this study. Data analysis with SPSS is univariate test. There were 19 (11.17%) of the total 170 subjects infected with intestinal worms in Central Lombok Regency with a mean age of 32.64±13.75. Intestinal worm species include Ascaris lumbricoides 18 (10.59%) and Trichuris trichiura 1 (0.58%). There was no significant risk factor between intestinal helminth infection and stunting in children (95% CI = 33.47-49.36, with p value = 0.695) on blood examination using the ELISA method for levels of IL-4 as a marker of intestinal worm infection and on stool examination by the Lugol method in children in Central Lombok Regency. However, there was a significant relationship between anemia and intestinal worm infection in stunted children (p = 0.029). There is a relationship between intestinal worm infection and stunting in children in Central Lombok Regency, NTB Province. Anemia is a risk factor associated with the incidence of intestinal worm infection. However, the small number of samples and the short time in this study showed insignificant results between the two variables.
Hubungan Prematuritas, BBLR dan Asfiksia dengan Kejadian Ikterus Neonatorum Faisal, Siti Fadila Alviana; Benvenuto, Ananta Fittonia; Wanadiatri , Halia; Prajitno, Sugianto
Empiricism Journal Vol. 5 No. 1: June 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i1.1784

Abstract

Ikterus neonatorum adalah kejadian biologis pada bayi yang muncul karena produksi sel darah merah yang tinggi dan ekskresi bilirubin rendah yang di tandai dengan gejala kulit berwarna kuning. Beberapa faktor risiko ikterus neonatorum yang sering terjadi di Asia yaitu jenis kelamin, usia kehamilan, berat badan lahir, jenis persalinan, kejadian asfiksia dan frekuensi pemberian Air Susu Ibu (ASI). Menurut Badan Pusat Statistik Tahun 2023, Kabupaten Lombok Barat merupakan kabupaten yang memiliki jumlah penduduk ke-tiga terbanyak di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan jumlah penduduk sekitar 753?641. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Prematuritas, Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Asfiksia dengan kejadian Ikterus Neonatorum di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat yang merupakan rumah sakit tipe B dan menjadi rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan lanjutan. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional dimana suatu penelitian yang dilakuakn untuk mempelajari kolerasi antara faktor-faktor resiko dengan cara pendekatan atau pengumpulan data sekaligus pada satu saat tertentu. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dimana sampel penelitian sebanyak 170 Responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji korelasi Chi-Square. Adapun nilai p-value Prematuritas dengan kejadian Ikterus 0,009 (p-value <0,05), BBLR dengan kejadian ikterus 0,003 (p-value <0,05), Asfiksia dengan kejadian ikterus 0,013 (p-value <0,05). Berdasarkan hasil yang diperoleh maka terdapat hubungan yang signifikan antara prematuritas, BBLR, Asfiksia dengan kejadian Ikterus Neonatorum di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat. Relationship between Prematurity, BBLR and Asphyxia with the Occurrence of Neonatal Jaundice Abstract Neonatal jaundice is a biological occurrence in infants that arises due to high red blood cell production and low bilirubin excretion, marked by yellowish skin symptoms. Several risk factors for neonatal jaundice frequently observed in Asia include gender, gestational age, birth weight, type of delivery, incidence of asphyxia, and the frequency of breastfeeding. According to the Central Statistics Agency in 2023, West Lombok Regency has the third largest population in West Nusa Tenggara (NTB) with about 753,641. This study aims to analyze the relationship between prematurity, Low Birth Weight (LBW) Babies, asphyxia, and the occurrence of neonatal jaundice at the Patut Patuh Patju Hospital in West Lombok, which is a type B hospital and serves as a referral center for those in need of advanced healthcare services. This research was conducted analytically with a cross-sectional study design, where a study is performed to examine the correlation between risk factors by means of an approach or data collection at a specific point in time. The sampling technique used was purposive sampling, with a sample size of 170 respondents. The data obtained were analyzed using the Chi-Square correlation test. The p-values for prematurity with the occurrence of jaundice were 0.009 (p-value <0.05), LBW with the occurrence of jaundice was 0.003 (p-value <0.05), and asphyxia with the occurrence of jaundice was 0.013 (p-value <0.05). Based on the results obtained, there is a significant relationship between prematurity, LBW, asphyxia, and the occurrence of neonatal jaundice at the Patut Patuh Patju Hospital in West Lombok.
Studi Case Control Pada Balita dengan Riwayat Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) terhadap Kejadian Kejang Demam di RSUD Provinsi NTB Imtiyaz, Muhammad Hanif; Rohmania Setiarini; Dewi Utary; Ananta Fittonia Benvenutto
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 2 (2024): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.2.2024.172 - 178

Abstract

[Case Control Study on Toddlers with a History of Low Birth Weight (LBW) on the Incidence of Febrile Seizures at the NTB Provincial Regional Hospital] Febrile seizure is defined as an occuranse of seizure in children aged 6 months to 5 years associated by an increase in temperature above 38oC that is not caused by an intracranial process. Febrile seizures are influenced by risk factors from within the baby itself such as low birth weight babies (LBW). The condition of immature organs and body fat insufficiency, make babies with LBW have a higher tendency to experience exposure to infections, and are unable to maintain their body temperature properly, thereby increasing the risk of having a fever attack. This research is a case-control study design with an analytic observational study. Purposive Sampling is used as the sampling technique. The research was conducted at the RSUD Provinsi NTB on August 29 2022 – September 1 2022. The data obtained was then analyzed using univariate analysis, and statistically tested using the Chi-Square test, with another alternative Fisher Exact Analysis. The significance value limit is (p-value = ?0.05). The Chi-Square test cannot be continued because there are numbers < 5 in a bivariate column. The alternative results of Fisher's test analysis showed that p-value = 0.311, H0 was accepted, there was no relationship between LBW history and the incidence of febrile seizures at the RSUD Provinsi NTB. The study concluded that statistically there was no significant relationship between LBW history and the incidence of febrile seizures at the RSUD Provinsi NTB.
Hubungan Usia Ibu, Paritas, Konsumsi Tablet FE dan Frekuensi Antenatal Care (ANC) dengan Kejadian BBLR di Puskesmas Sigerongan Komang Kartini Sri Anjaswari, Luh; Wanadiatri, Halia; Rosmala, Ahia Zakira; Benvenuto, Ananta Fittonia
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 19 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14271224

Abstract

Hubungan Usia Ibu, Paritas, Konsumsi Tablet Fe Dan Frekuensi Antenatal Care (ANC) Dengan Kejadian BBLR Di Puskesmas Sigerongan. Bayi yang mengalami BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) pendukung pertama kenaikan kematian, kesakitan dan kecacatan bayi yang akan berdampak pada kehidupannya. Beberapa faktor risiko yang disebabkan BBLR yaitu umur ibu, paritas, Indeks Masa Tubuh (IMT), Konsumsi tablet Fe, Antenatal Care (ANC), Gizi Hamil, Riwayat penyakit penyerta ibu, dan lain-lain. Tujuan: Mengidentifikasi BBLR di Puskesmas Sigerongan dan menganalisis hubungan usia ibu, paritas, konsumsi tablet Fe, dan frekuensi ANC dengan kasus BBLR di Puskesmas Sigerongan. Metode: dilakukan dengan observasi analisis berupa cross sectional. Mekanisme penggambilan sampel memakai simple random sampling. Pengujian dengan chi-square dan batas nilai yang berpengaruh (p-value) < 0,05. Hasil: Sampel ini berjumlah 200 responden sudah sesuai dengan inklusi dan eksklusi. Perolehan analisis bivariat adanya hubungan umur ibu dengan kasus BBLR (p=0.047), mengonsumsi tablet Fe (p=0.004), ANC (p=0.001), dan tidak ada hubungan antara paritas dengan kasus BBLR (p=0.460). Kesimpulan: Didapatkan hubungan yang signifikan usia ibu, konsumsi tablet Fe, dan frekuensi ANC dengan kejadian BBLR, tetapi tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR.