Diare merupakan penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan berkontribusi besar terhadap morbiditas balita. Di Indonesia, prevalensi diare masih tinggi, termasuk di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Sade sebagai kawasan wisata dengan praktik tradisional perumahan memiliki kondisi sanitasi lingkungan yang berpotensi mempengaruhi kejadian diare pada balita. Tujuan penelitian untuk Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, pola asuh, jenis lantai rumah, dan kepemilikan jamban dengan kejadian diare pada balita di Kawasan Wisata Desa Sade. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2024. Sampel sebanyak 109 ibu yang memiliki balita dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat kepercayaan 95%. Prevalensi diare pada balita sebesar 31,2%. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu (p<0,001), pola asuh (p<0,001), jenis lantai rumah (p<0,001), dan kepemilikan jamban (p<0,001) dengan kejadian diare pada balita. Analisis multivariat menunjukkan bahwa jenis lantai rumah merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian diare (OR=30,892; CI 95%: 5,292–180,327; p<0,001). Tingkat pengetahuan ibu, pola asuh, jenis lantai rumah, dan kepemilikan jamban berhubungan secara signifikan dengan kejadian diare pada balita. Jenis lantai rumah merupakan faktor yang paling dominan. Perbaikan sanitasi lingkungan rumah dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat diperlukan untuk menurunkan kejadian diare pada balita.