Nur, Marrotin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-ESTEEM LEVEL AND QUALITY OF LIFE OF PATIENTS CHRONIC RENAL FAILURE PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS: A STUDY LITERATURE REVIEW Khamid , Abdul; Fadia, Silmi; Virgita, Nanda; Rindayani, Ririn; Putri, Meilisa Septiyani; Suntia , Putri Della; Azizah, Siti Nur; Victoria, Safinatunnajah; Nur, Marrotin; Umam, Khoirul; Nanda, Nanda; Putra, Riyan Arya
HEARTY Vol 14 No 1 (2026): FEBARURI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i1.18389

Abstract

Chronic renal failure (CKD) is a global health issue. Patients with renal failure will generally undergo renal replacement therapy which may affect their quality of life. Several studies have shown that patients with chronic renal failure who undergo dialysis will experience a decrease in quality of life. Therefore, it is important to study the factors associated with self-esteem and quality of life of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. The aim is to determine the relationship between self-esteem and quality of life with chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. The research method used was a search of several databases, namely PubMed, Google Scholar and Science Direct and a review of several studies that fit the inclusion and exclusion criteria. The result is that there is a significant relationship between self-esteem and the quality of life of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. Based on the analysis of the eight research articles reviewed, it can be concluded that there is a significant relationship between self-esteem and the quality of life of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis.
Efektifitas Pemberian Edukasi Tentang Sadari Melalui Video dan Leaflet pada Remaja Putri di SMAN 1 Tarumajaya Futriani, Elfira Sri; Nur, Marrotin; Wijayanti, Puji
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55858

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi pada perempuan, termasuk di Indonesia. Upaya deteksi dini sangat penting untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat kanker payudara, salah satunya melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Namun, pengetahuan remaja putri mengenai SADARI masih tergolong rendah, terutama terkait waktu dan langkah pelaksanaannya. Hasil studi pendahuluan di SMAN 1 Tarumajaya menunjukkan bahwa sebagian besar siswi belum memahami SADARI secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan pendidikan kesehatan yang efektif dengan menggunakan media yang menarik dan mudah dipahami, seperti media video dan leaflet. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Experimental menggunakan pendekatan Two Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 44 siswi yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mendapatkan edukasi menggunakan media video dan kelompok yang mendapatkan edukasi menggunakan media leaflet. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang SADARI. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi tentang SADARI baik pada kelompok media video maupun media leaflet. Seluruh responden pada kedua kelompok mengalami peningkatan tingkat pengetahuan ke kategori baik setelah intervensi. Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) pada kedua kelompok, yang menandakan terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Media video menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan media leaflet dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Pendidikan kesehatan tentang SADARI melalui media video dan leaflet terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri, dengan media video menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pihak sekolah dan tenaga kesehatan disarankan memanfaatkan media video sebagai sarana promosi kesehatan guna meningkatkan kesadaran serta pengetahuan remaja putri mengenai deteksi dini kanker payudara melalui SADARI.