Rindayani, Ririn
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-ESTEEM LEVEL AND QUALITY OF LIFE OF PATIENTS CHRONIC RENAL FAILURE PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS: A STUDY LITERATURE REVIEW Khamid , Abdul; Fadia, Silmi; Virgita, Nanda; Rindayani, Ririn; Putri, Meilisa Septiyani; Suntia , Putri Della; Azizah, Siti Nur; Victoria, Safinatunnajah; Nur, Marrotin; Umam, Khoirul; Nanda, Nanda; Putra, Riyan Arya
HEARTY Vol 14 No 1 (2026): FEBARURI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i1.18389

Abstract

Chronic renal failure (CKD) is a global health issue. Patients with renal failure will generally undergo renal replacement therapy which may affect their quality of life. Several studies have shown that patients with chronic renal failure who undergo dialysis will experience a decrease in quality of life. Therefore, it is important to study the factors associated with self-esteem and quality of life of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. The aim is to determine the relationship between self-esteem and quality of life with chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. The research method used was a search of several databases, namely PubMed, Google Scholar and Science Direct and a review of several studies that fit the inclusion and exclusion criteria. The result is that there is a significant relationship between self-esteem and the quality of life of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. Based on the analysis of the eight research articles reviewed, it can be concluded that there is a significant relationship between self-esteem and the quality of life of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis.
Pengaruh Media Video Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan PHBS Siswa Sekolah Dasar Negeri Wanajaya 02 Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Rizana, Ana; Rindayani, Ririn
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55446

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak usia sekolah dasar masih belum diterapkan secara optimal, salah satunya akibat rendahnya tingkat pengetahuan siswa. Kurangnya pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan metode edukasi kesehatan yang inovatif dan menarik, salah satunya melalui penggunaan media video animasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi kesehatan menggunakan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai PHBS.Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen one-group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari siswa sekolah dasar yang dipilih dengan stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan PHBS yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi kesehatan melalui media video animasi. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p < 0,05, yang menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini membuktikan bahwa media video animasi memberikan pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan siswa terkait PHBS.Edukasi kesehatan melalui media video animasi menunjukan adanya pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai PHBS. Media ini direkomendasikan untuk dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran dan promosi kesehatan di sekolah. Selain itu, guru dan tenaga kesehatan diharapkan dapat mengintegrasikan media video animasi sebagai alternatif pembelajaran yang menarik. Untuk pengembangan keilmuan selanjutnya, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan desain penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar serta variasi media edukasi yang lebih beragam.