Motivasi dan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran kearsipan di Sekolah Menengah Kejuruan masih menjadi tantangan signifikan dalam pendidikan vokasional Indonesia. Rendahnya partisipasi aktif dan capaian hasil belajar yang belum optimal menuntut adanya strategi pedagogis yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi sistem reward dan punishment serta menganalisis pengaruhnya terhadap motivasi dan prestasi belajar peserta didik kelas XI Manajemen Perkantoran SMK Negeri 1 Ponorogo pada mata pelajaran kearsipan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan 32 peserta didik sebagai subjek utama, satu guru mata pelajaran kearsipan, kepala program keahlian, dan tiga peserta didik informan terpilih berdasarkan kategori prestasi tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif terstruktur dengan indikator motivasi belajar dan interaksi pembelajaran, wawancara mendalam semi-terstruktur, serta dokumentasi prestasi belajar dan aktivitas pembelajaran. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, member checking, dan peer debriefing. Temuan menunjukkan peserta didik memberikan respons positif terhadap sistem reward dan punishment dengan preferensi lebih tinggi terhadap reward. Reward verbal dan sosial terbukti efektif menumbuhkan motivasi intrinsik, sementara punishment edukatif berkontribusi pada pembentukan regulasi diri. Faktor internal peserta didik dan faktor eksternal berupa dukungan orang tua serta konsistensi pendidik menjadi determinan keberhasilan implementasi. Penelitian merekomendasikan pengembangan pedoman standar, pelatihan pendidik berkelanjutan, dan mekanisme evaluasi sistematis untuk mengoptimalkan efektivitas sistem dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar peserta didik.