Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Komposisi Inlet Fuel Gas terhadap Nilai Kalor dan Efisiensi Pembakaran di Gas Engine Generator (GEG) di PT. X Khayyirah, Dwi Halimah; Nashira, Alimatun
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2025: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas alam merupakan sumber energi penting dalam sektor industri dan pembangkitan listrik, dengan karakteristik pembakaran lebih bersih dibandingkan minyak atau batu bara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi komposisi inlet fuel gas terhadap nilai kalor dan efisiensi pembakaran pada Gas Engine Generator (GEG) di PT.X. Data komposisi gas diukur menggunakan Gas Chromatography (GC) selama tiga hari berturut-turut (11-13 Agustus 2025), dengan fokus pada mole fraction hidrokarbon (C1-C6+) dan komponen non-combustible (N2, CO2, H2S). Parameter kualitas gas seperti Lower Heating Value (LHV), Higher Heating Value (HHV), Wobbe Index (WI), faktor kompresibilitas (Z), Specific Gravity (SG), serta efisiensi pembakaran (EFF) dihitung berdasarkan standar ISO 6976:2016. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi operasional harian berfluktuasi antara 38,58% hingga 47,21% dengan standar deviasi efisiensi sebesar 4,3230%. Temuan utama mengungkapkan adanya anomali di mana nilai LHV tertinggi pada 13 Agustus (1.011,0 Btu/cuft) tidak menghasilkan efisiensi maksimal, yang mengindikasikan ketidakefektifan konversi energi akibat rasio udara-bahan bakar yang tidak ideal. Hasil perbandingan antarwilayah menegaskan bahwa kadar metana CH4 adalah determinan utama; wilayah Natuna dengan kadar metana 90% mencapai efisiensi tertinggi (46,56%), sementara PT. X dengan kadar 78,18% memiliki efisiensi lebih rendah (42,86%). Kesimpulannya, performa GEG di PT. X saat ini masih berada di bawah ambang batas standar European Commission 2017 (73,4%-74,2%). Penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi fuel trimming dan optimasi sistem kontrol untuk memitigasi dampak impuritas gas guna meningkatkan stabilitas dan efisiensi energi secara berkelanjutan.