Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Guru Fiqih Melalui Penerapan Cooperative Learning Dalam Meningkatkan Hasil dan Prestasi Belajar Sisw A Pada Mata Pelajaran Fiqih di Madrasah Aliyah Kabupaten Indragiri Hilir Hidayatullah, Pardian Rivai; Beddu, Muhammad Juni; Rochbani, Ita Tryas
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i2.7526

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya efektivitas pembelajaran Fiqih akibat dominasi metode ceramah yang membuat siswa pasif dan kurang memiliki ruang untuk mengekspresikan pemahaman keagamaannya. Padahal, pembelajaran Fiqih menuntut keterlibatan aktif peserta didik dalam proses transfer of knowledge sekaligus transfer of value. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Fiqih melalui penerapan cooperative learning dalam meningkatkan hasil dan prestasi belajar siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di Madrasah Aliyah Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di tiga Madrasah Aliyah, yaitu MA Tarbiyah Islamiyah, MA Al-Ikhlas, dan MA Daarul Rahman. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru Fiqih melalui penerapan cooperative learning diimplementasikan melalui tiga konsep utama, yaitu kerja sama terstruktur, tanggung jawab individual, dan pencapaian tujuan bersama. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada domain kognitif, afektif, dan psikomotorik secara holistik. Selain itu, cooperative learning juga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar, baik dari sisi motivasi, keaktifan, maupun kemampuan praktik ibadah siswa. Faktor pendukung keberhasilan mencakup motivasi siswa, kompetensi guru, kesesuaian nilai Islam, serta dukungan kurikulum madrasah. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, heterogenitas kemampuan siswa, serta kompleksitas penilaian multidomain.