Perencanaan kota modern membutuhkan pendekatan berbasis data spasial untuk mengantisipasi risiko bencana yang semakin meningkat akibat perubahan iklim, urbanisasi pesat, dan degradasi lingkungan. Sistem Informasi Geografis (SIG) muncul sebagai teknologi kunci yang mampu mentransformasi data geospasial menjadi informasi strategis untuk pengelolaan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan pemanfaatan SIG dalam pemetaan risiko bencana sebagai instrumen penting untuk mewujudkan kota tangguh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur sistematis dan analisis kasus, dengan mengumpulkan dan mensintesis data dari jurnal ilmiah, laporan resmi, dan publikasi terkait. Hasil analisis mengungkapkan bahwa SIG berfungsi multifungsi, tidak hanya sebagai alat visualisasi pemetaan zona rawan bencana, tetapi juga sebagai sistem pendukung keputusan yang canggih. SIG memungkinkan integrasi data multidisiplin termasuk data fisik, sosial, ekonomi, dan infrastruktur untuk memodelkan kerentanan dan kapasitas secara komprehensif, sehingga mampu menghasilkan skenario mitigasi dan rencana kontinjensi yang berbasis bukti. Implikasi dari temuan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan SIG yang efektif dalam perencanaan kota tangguh memerlukan prasyarat penting, yaitu kolaborasi lintas sektor yang kuat, ketersediaan data yang terstandarisasi dan mutakhir, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan teknologi geospasial. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa SIG bukan sekadar alat teknis, melainkan fondasi strategis untuk pembangunan berkelanjutan dan adaptif dalam menghadapi kompleksitas ancaman bencana di kawasan perkotaan.