Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan serta menganalisis dampak fenomena global K-Pop, terutama pengaruh grup musik BTS, terhadap kehidupan sosial mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Manado. Latar belakang penelitian ini adalah semakin luasnya penyebaran budaya populer dari Korea Selatan melalui platform media sosial yang memengaruhi cara berpikir dan tingkah laku generasi muda, terutama di kalangan mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori fenomenologi dari Alfred Schutz diterapkan untuk memahami pengalaman pribadi mahasiswa yang merupakan penggemar BTS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa K-Pop, khususnya BTS, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap aspek sosial mahasiswa, baik secara individu maupun kelompok. Beberapa dampak positif yang terlihat termasuk peningkatan motivasi belajar, dorongan dalam berkarya, serta perbaikan dalam interaksi sosial dan kesehatan mental. Lagu-lagu BTS yang mengandung pesan positif juga berkontribusi dalam membentuk sikap mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidup. Di sisi lain, penelitian ini juga mengidentifikasi dampak negatif seperti perilaku konsumtif, fanatisme yang berlebihan, dan penurunan perhatian terhadap tanggung jawab akademik. Fenomena fandom BTS menghasilkan hubungan parasosial antara mahasiswa dan idola mereka, yang terbentuk melalui interaksi aktif di media sosial. Penelitian ini menekankan bahwa K-Pop sebagai fenomena yang bersifat global tidak hanya berpengaruh sebagai hiburan, tetapi juga memengaruhi identitas sosial dan budaya para mahasiswa.