Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa Nias terhadap remaja yang hamil di luar nikah dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya kehamilan di luar nikah pada remaja di Kelurahan Tataaran Patar. Fenomena kehamilan di luar nikah pada remaja telah menjadi masalah sosial yang mengalami peningkatan setiap tahunnya dan berdampak pada tingginya angka pernikahan dini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan naturalistik untuk memperoleh gambaran akurat tentang objek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi dengan menggunakan teknik snowball sampling untuk menentukan informan. Enam mahasiswa Nias yang berdomisili di Kelurahan Tataaran dipilih sebagai informan kunci. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data dengan pengabsahan data melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Nias memandang kehamilan di luar nikah sebagai tindakan negatif yang berdampak buruk bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Faktor-faktor penyebab kehamilan di luar nikah teridentifikasi sebagai: kurangnya pengawasan orangtua, pengaruh pergaulan bebas, penyalahgunaan media sosial, rendahnya tingkat pendidikan, faktor ekonomi, tindakan afektif (dipengaruhi emosi), dan tindakan tradisional (kebiasaan tanpa refleksi sadar). Kondisi ini diperburuk dengan ketidakpahaman remaja tentang makna pernikahan yang sebenarnya. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan pengawasan orangtua terhadap pergaulan remaja, penguatan pendidikan seksual dan reproduksi, serta edukasi tentang dampak pernikahan dini. Perlu adanya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung remaja menyelesaikan pendidikan daripada terlibat dalam pernikahan dini akibat kehamilan di luar nikah.