Amalia Fasha Nur Swastika
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Ethical Leadership Dan Work Environment Terhadap Turnover Intention Yang Dimediasi Oleh Person Job Fit Pada PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Cabang Utama Solo Amalia Fasha Nur Swastika; Jati Waskito
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i1.9877

Abstract

Studi ini menelusuri relasi ethical leadership dan work environment terhadap turnover intention, dengan person job fit sebagai mediator, pada PT Pos Indonesia (Persero) KCU Solo. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui kuesioner berskala Likert yang disebarkan kepada karyawan dengan masa kerja minimal satu tahun, sehingga diperoleh 85 responden yang memenuhi kriteria purposive sampling. Instrumen terdiri dari 20 indikator yang mengukur empat variabel utama, Analisis empiris dijalankan melalui SMART-PLS 4.0 dengan penelusuran simultan pada outer inner architecture. Output inferensial memperlihatkan bahwa ethical leadership serta work environment memicu eskalasi yang bermakna secara statistik pada turnover intention dan person–job fit. Sebaliknya, person job fit gagal menunjukkan daya jelajah signifikan terhadap turnover intention dan tidak berfungsi sebagai kanal mediasi bagi pengaruh ethical leadership maupun work environment. Implikasi temuan ini menegaskan bahwa intensifikasi kualitas kepemimpinan dan atmosfer kerja tidak otomatis mereduksi niat keluar karyawan melalui mekanisme kesepadanan kerja. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas variabel serta melibatkan sampel lintas industri agar hasil lebih komprehensif dan dapat digeneralisasikan.
Pengaruh Ethical Leadership Dan Work Environment Terhadap Turnover Intention Yang Dimediasi Oleh Person Job Fit Pada PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Cabang Utama Solo Amalia Fasha Nur Swastika; Jati Waskito
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i1.9877

Abstract

Studi ini menelusuri relasi ethical leadership dan work environment terhadap turnover intention, dengan person job fit sebagai mediator, pada PT Pos Indonesia (Persero) KCU Solo. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui kuesioner berskala Likert yang disebarkan kepada karyawan dengan masa kerja minimal satu tahun, sehingga diperoleh 85 responden yang memenuhi kriteria purposive sampling. Instrumen terdiri dari 20 indikator yang mengukur empat variabel utama, Analisis empiris dijalankan melalui SMART-PLS 4.0 dengan penelusuran simultan pada outer inner architecture. Output inferensial memperlihatkan bahwa ethical leadership serta work environment memicu eskalasi yang bermakna secara statistik pada turnover intention dan person–job fit. Sebaliknya, person job fit gagal menunjukkan daya jelajah signifikan terhadap turnover intention dan tidak berfungsi sebagai kanal mediasi bagi pengaruh ethical leadership maupun work environment. Implikasi temuan ini menegaskan bahwa intensifikasi kualitas kepemimpinan dan atmosfer kerja tidak otomatis mereduksi niat keluar karyawan melalui mekanisme kesepadanan kerja. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas variabel serta melibatkan sampel lintas industri agar hasil lebih komprehensif dan dapat digeneralisasikan.
Impact of Community Service Activities in The Environment of Aisyiyah's Rating Management and Rating Management Amalia Fasha Nur Swastika; Devina Citra Haruna; Novi Fitriani; Veronika Maharani; Rochana Lia Nuraisyah
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2024: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang latar belakang pendiriannya didasari oleh K.H. Ahmad Dahlan mengenai Al-Qur'an Surah Ali-Imran 104, berbagai faktor lainnya antara lain ketidakmurnian dan kerancuan dalam kehidupan gereja Islam di Indonesia, tidak efektifnya lembaga keagamaan Islam, kegiatan dakwah Katolik dan Protestan; sikap para intelektual yang acuh tak acuh, bahkan terkadang merendahkan terhadap Islam. Banyak keberhasilan yang diraih dalam dakwahnya terbukti dengan semakin banyaknya amal yang dimiliki oleh muhammadiyah, namun sejauh ini muhammadiyah berhasil bertahan dan berjuang di tengah tantangan yang semakin kompleks. Ide atau tujuan gerakan Muhammadiyah dan perjuangannya adalah untuk menyebarkan agama Islam dan memodernisasi cara berpikir dan gaya hidup umat Islam modern, yang pada akhirnya membangkitkan semangat juang umat Islam di Indonesia. Itulah sebabnya cara berpikir dan hidup Islam yang direformasi disebut revivalisme Islam atau modernisme Islam. Perjuangan Muhammadiyah menghidupkan kembali Islam di Indonesia mempunyai dalil-dalil antara lain; bahwa organisasi muhammadiyah merupakan organisasi keagamaan yang berkembang pesat di indonesia. Selain itu, organisasi ini telah mewarnai sejarah perkembangan dunia Islam secara internasional, dedikasinya terhadap pembangunan Indonesia khususnya masalah sosial, pendidikan dan agama, sangat besar. Rumusan masalah dalam pembahasan ini adalah; 1). Bagaimana sejarah berdirinya, pokok-pokok pikiran muhammadiyah dan perjuangannya. 2). Apa peran Muhammadiyah dalam kebangkitan Islam di Indonesia, di Sumatera, Jawa dan luar Sumatera dan luar Jawa? 3). Mengapa Muhammadiyah ikut memperjuangkan kehidupan umat Islam yang lebih baik di masa depan? 4). Mengapa masih banyak umat Islam yang belum memahami hakikat akidah Islam dan masih memutarbalikkan akidah padahal sudah maju dan pesat di pusat-pusat pembelajaran Islam.