Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Live Streaming E-Commerce Terhadap Niat Beli Konsumen di Indonesia Taffania Diva Qurana; Kurniawati Kurniawati; Febri Ardani; Adelard Davista
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i1.9888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Konsensi Harga (Price Concessions), Ferekuensi Interaksi (Frequency of Interaction), Atribut Anchor (Anchor Attributes), dan Kepercayaan Konsumen (Consumer Trust) terhadap Niat Beli (Purchase Intention) di platform e-commerce livestreaming. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tren belanja online secara langsung yang semakin berkembang, di mana interaksi langsung antara penjual dan pembeli menciptakan lingkungan pemasaran yang unik. Namun, tingkat kepercayaan konsumen terhadap penjual dan platform. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui survei yang melibatkan 200 responden berusia 17–35 tahun, yang merupakan pengguna aktif platform e-commerce livestreaming di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner online (Google Form) menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan IBM AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsesi Harga (B= 0.750; p = 0.000), Frekuensi Interaksi (B= 0.500; p = 0.000), Atribut Anchor (B= 0.390), dan Kepercayaan Konsumen semuanya memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Niat Beli. Secara kritis, pengaruh positif dari Atribut Anchor bertentangan dengan hipotesis awal yang memprediksi dampak negatif. Meskipun indikator rata-rata frekuensi interaksi tergolong rendah (2.36–2.47), kontribusi positifnya menunjukkan perlunya peningkatan. Penelitian menyimpulkan bahwa kepercayaan konsumen adalah faktor dominan dalam mendorong niat beli, diikuti oleh konsesi harga.
Pengaruh Consumer Innovativeness dan Pemasaran Digital terhadap Perilaku Kesehatan Protektif Adelard Davista; Kurniawati Kurniawati; Febri Ardani; Taffania Diva Qur'ana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.5402

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Perceived Benefits dan Consumer Innovativeness terhadap Health-Protective Behaviors dalam konteks keterlibatan media sosial dan layanan kesehatan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 200 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, mencakup pengguna layanan kesehatan digital dan pihak yang memiliki pengalaman terkait layanan kesehatan. Data dikumpulkan melalui survei daring menggunakan kuesioner dengan skala Likert lima poin yang terdiri atas 21 indikator. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling dengan dukungan SPSS dan AMOS 24 untuk menguji validitas, reliabilitas, kesesuaian model, hubungan langsung, dan peran mediasi antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan seluruh instrumen memiliki factor loading di atas 0,40 dan nilai Cronbach's Alpha di atas 0,60 sehingga dinyatakan valid dan reliabel. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Perceived Benefits berpengaruh positif terhadap Health-Protective Behaviors dengan estimasi 0,263 dan nilai p 0,005. Consumer Innovativeness berpengaruh positif terhadap Health-Protective Behaviors dengan estimasi 0,729 dan nilai p 0,000, serta berhubungan positif dengan Perceived Benefits dengan estimasi 0,820 dan nilai p 0,000. Consumer Innovativeness juga memperkuat hubungan Perceived Benefits terhadap Health-Protective Behaviors dengan estimasi 0,774 dan nilai p 0,000. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi manfaat dan keterbukaan terhadap inovasi digital mendorong konsumen menerjemahkan informasi kesehatan menjadi tindakan protektif. Strategi pemasaran digital perlu menekankan manfaat yang jelas, informasi yang kredibel, interaksi yang mudah, serta peningkatan literasi kesehatan digital untuk mendukung perilaku kesehatan masyarakat.