Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi kehamilan yang berpotensi menimbulkan morbiditas dan mortalitas pada ibu maupun janin sebelum proses persalinan berlangsung, serta berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia. Pengetahuan ibu mengenai risiko tinggi kehamilan memegang peranan penting dalam upaya pencegahan komplikasi, salah satunya melalui kepatuhan melakukan kunjungan antenatal care (ANC). Data Provinsi Papua Barat tahun 2019 menunjukkan bahwa kabupaten/kota dengan jumlah kematian ibu tertinggi mencatat 21 kasus. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kematian ibu sering kali berkaitan dengan bahaya kehamilan risiko tinggi yang tidak terdeteksi secara dini akibat ketidakteraturan kunjungan ANC oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai kehamilan risiko tinggi dengan kepatuhan kunjungan antenatal care pada ibu hamil di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong tahun 2024. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui metode non-probability sampling dengan pendekatan consecutive sampling serta perhitungan menggunakan rumus Snedecor dan Cochran. Sampel penelitian terdiri dari 116 ibu hamil yang melakukan kunjungan ke rumah sakit tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa 55,2% responden melakukan kunjungan ANC secara teratur, sementara 58,6% responden mengalami kehamilan risiko tinggi. Uji bivariat menunjukkan nilai p = 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang kehamilan risiko tinggi dengan kunjungan antenatal care pada ibu hamil.