Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Unusual Polymicrobial Wound Infections In Healthy Patient After Cesarean Sectio Tan, Henny Tannady; Elena, Irene Maria; Dharmawan, Ade; Layanto, Nicolas
Jurnal Midpro Vol 12, No 1 (2020): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v12i1.151

Abstract

Cesarean delivery often complicated by surgical site infection, wound infection and endometritis. No study mention Multidrug Resistant Klebsiella pneumonia and Acinetobacter lwofii were isolated.Here we report a rare case of polymicrobial wound infections in healthy patient after Cesarean Sectio caused by Pseudomonas aeruginosa, Multidrug Resistant Klebsiella pneumonia and Acinetobacter iwofii. A 30-year-old woman at 37 weeks gestation (G1P0A0) presented to our hospital for cesarean sectio due to oligohydroamnios and malpresentation. She came to us on the eleventh post-delivery day with discharge from her surgical wound. Intraoperative cultures revealed Pseudomonas aeruginosa, Multidrug Resistant Klebsiella pneumonia and Acinetobacter lwofii.The greatest contribution to risk for surgical site infection was associated with maternal obesity and hypertensive disorder, but she has no risk factor.The polymicrobial combination of our patient’s is unique from previously described studies, in this case all were Gram negative bacteria (Pseudomonas aeruginosa, Multidrug Resistant Klebsiella pneumonia and Acinetobacter lwofii).
Kajian Pustaka Gambaran Kecemasan Pasien Dewasa terhadap Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada Tahun 2013-2023 Lesmana, Aurellia; Sutrisno, Sony; Elena, Irene Maria
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i2.2955

Abstract

Kecemasan adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan perasaan khawatir, tegang, takut, atau gelisah yang wajar dialami setiap orang. Meski pemeriksaan MRI sudah menjadi lazim, hal ini masih menimbulkan kecemasan pada pasien. Hal ini dapat menurunkan kualitas hasil pemeriksaan atau membuat pemeriksaan harus dihentikan. Tujuan kajian pustaka ini untuk mencari tahu tingkat kecemasan pada pasien dewasa yang menjalani pemeriksaan MRI serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Dilakukan pencarian dan pengkajian makalah penelitian atau jurnal yang sesuai melalui Google Scholar, PubMed, dan ProQuest yang diterbitkan antara tahun 2013 hingga 2023. Berdasarkan metode pengukuran subjektif dan objektif, kecemasan dalam berbagai tingkat masih ditemukan pada sebagian besar pasien yang menjalani pemeriksaan MRI. Pasien yang pertama kali menjalani pemeriksaan MRI, perempuan, berusia >40 tahun, dan menjalani pemeriksaan head-first lebih rentan mengalami kecemasan berat. Sebagian besar pasien yang menjalani pemeriksaan MRI mengalami kecemasan, terutama pada kelompok rentan. Hal ini dapat diringankan dengan intervensi seperti komunikasi dan edukasi pasien.
Unusual Polymicrobial Wound Infections In Healthy Patient After Cesarean Sectio Tan, Henny Tannady; Elena, Irene Maria; Dharmawan, Ade; Layanto, Nicolas
Jurnal Midpro Vol. 12 No. 1 (2020): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v12i1.151

Abstract

Cesarean delivery often complicated by surgical site infection, wound infection and endometritis. No study mention Multidrug Resistant Klebsiella pneumonia and Acinetobacter lwofii were isolated.Here we report a rare case of polymicrobial wound infections in healthy patient after Cesarean Sectio caused by Pseudomonas aeruginosa, Multidrug Resistant Klebsiella pneumonia and Acinetobacter iwofii. A 30-year-old woman at 37 weeks gestation (G1P0A0) presented to our hospital for cesarean sectio due to oligohydroamnios and malpresentation. She came to us on the eleventh post-delivery day with discharge from her surgical wound. Intraoperative cultures revealed Pseudomonas aeruginosa, Multidrug Resistant Klebsiella pneumonia and Acinetobacter lwofii.The greatest contribution to risk for surgical site infection was associated with maternal obesity and hypertensive disorder, but she has no risk factor.The polymicrobial combination of our patient’s is unique from previously described studies, in this case all were Gram negative bacteria (Pseudomonas aeruginosa, Multidrug Resistant Klebsiella pneumonia and Acinetobacter lwofii).
LAPORAN KASUS: HEMATOMA REKTUS ABDOMINIS Elena, Irene Maria; Anastasia, Monica Cherlady
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 7 No 2 (2025): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v7i2.1353

Abstract

Hematoma rektus abdominis adalah perdarahan di dalam ruang terbatas di mana tempat darah berkumpul, biasanya dalam bentuk hematoma lokal. Dilaporkan kasus pasien perempuan, 23 tahun P1A0 datang untuk kontrol 2 minggu post SC dengan keluhan perut terasa keras dan nyeri. Pada USG didapatkan heterogenous hypoechoic mass pada upper uterus dan bladder yang mengecil selama perjalanan monitoringnya selama 2 bulan. Terapi yang diberikan adalah terapi konservatif dengan pemberian analgetik, bed rest, kompres dingin. Pada kasus ini, terapi konservatif efektif dalam mengurangi ukuran hematoma rektus abdominis. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan gambaran USG, pasien didiagnosis dengan hematoma rektus abdominis dan dilakukan terapi konservatif yang dapat mengecilkan hematoma tersebut.
Description of Women's Knowledge, Attitudes and Behavior Regarding the Use of Injectable Hormonal Contraception at the Midwife Ratna Clinic in Central Kalimantan Elena, Irene Maria; Setiawan, Adrian; Darmasusila, Ida Bagus; Lestari, Diah Ayu
Jurnal MedScientiae Vol. 2 No. 2 (2023): August
Publisher : Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/JMedScientiae.v2i2.3102

Abstract

Family planning is the effort to regulate the birth of children, the distance children and the ideal ageof childbirth, regulate pregnancy, through promotion, protection and assistance according toreproductive rights to realize quality families and improve welfare, infant and child health andreproductive health. In relation to the above conditions researchers wanted to know the level ofknowledge, attitude and behavior of women 20-39 years of use of injecting hormonal typecontraception. This research uses descriptive research with cross sectional method, the samplingtechnique used in this research is convenience sampling. The sample in this study amounted to 106respondents using inject type contraception. This research was done at ranta midwife clinic inkalteng. In the analysis and interpretation of data in use univariate analysis with descriptive method.Based on the results of the study of 106 samples, women using injectable contraceptives had less than82 people (74.4%), women who were negative about contraception 1 person (0.9%), women who hadless behavior about 15 injectable contraceptives (14.2%).
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KEHAMILAN RISIKO TINGGI DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL DI RSUD SELE BE SOLU KOTA SORONG Elena, Irene Maria; Yewen, Noviska Elisabeth; Johnny
Journal of Scientech Research and Development Vol 8 No 1 (2026): JSRD, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v8i1.1514

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi kehamilan yang berpotensi menimbulkan morbiditas dan mortalitas pada ibu maupun janin sebelum proses persalinan berlangsung, serta berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia. Pengetahuan ibu mengenai risiko tinggi kehamilan memegang peranan penting dalam upaya pencegahan komplikasi, salah satunya melalui kepatuhan melakukan kunjungan antenatal care (ANC). Data Provinsi Papua Barat tahun 2019 menunjukkan bahwa kabupaten/kota dengan jumlah kematian ibu tertinggi mencatat 21 kasus. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kematian ibu sering kali berkaitan dengan bahaya kehamilan risiko tinggi yang tidak terdeteksi secara dini akibat ketidakteraturan kunjungan ANC oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai kehamilan risiko tinggi dengan kepatuhan kunjungan antenatal care pada ibu hamil di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong tahun 2024. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui metode non-probability sampling dengan pendekatan consecutive sampling serta perhitungan menggunakan rumus Snedecor dan Cochran. Sampel penelitian terdiri dari 116 ibu hamil yang melakukan kunjungan ke rumah sakit tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa 55,2% responden melakukan kunjungan ANC secara teratur, sementara 58,6% responden mengalami kehamilan risiko tinggi. Uji bivariat menunjukkan nilai p = 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang kehamilan risiko tinggi dengan kunjungan antenatal care pada ibu hamil.