Ayu Nabila
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Work Pressure Dan Role Conflict Terhadap Ethical Decision-Making Dengan Moral Maturity Sebagai Variabel Moderasi Pada PT. Metito Indonesia Ayu Nabila; Dewie Tri Wijayati Wardoyo; Andre Dwijanto Witjaksono
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i3.10305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work Pressure dan Role Conflict terhadap Ethical Decision-Making dengan Moral Maturity sebagai variabel moderasi dalam konteks karyawan di PT Metito. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS4-SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work Pressure berpengaruh positif dan signifikan terhadap Ethical Decision-Making, sedangkan Role Conflict juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Ethical Decision-Making. Selain itu, Moral Maturity terbukti berpengaruh langsung secara signifikan terhadap Ethical Decision-Making, namun tidak mampu memoderasi pengaruh Work Pressure maupun Role Conflict terhadap Ethical Decision-Making. Nilai koefisien determinasi (R²) yang tinggi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki daya jelaskan yang kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa tekanan kerja dan konflik peran merupakan faktor penting yang memengaruhi pengambilan keputusan etis, sementara kematangan moral lebih berperan sebagai prediktor langsung. Penelitian ini memberikan implikasi bagi manajemen PT Metito dalam memperkuat sistem pengendalian etika, pengelolaan tekanan kerja, serta kejelasan peran untuk menjaga kualitas keputusan etis karyawan.