Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya media, termasuk film, dalam membentuk pemahaman tentang gender di kalangan remaja. Film tidak hanya berperan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat edukasi yang dapat menyampaikan nilai-nilai sosial, moral, dan budaya. Dalam konteks pendidikan, penggunaan film sebagai media pembelajaran di kelas dapat membantu siswa memahami berbagai perspektif, termasuk tentang peran gender dan maskulinitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) citra maskulin dalam film Cinta Laki-laki Biasa sutradara Guntur Soeharjanto, (2) relevansinya sebagai media ajar di kelas X SMA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan objek penelitian dialog pada film Cinta Laki-laki Biasa sutradara Guntur Soeharjanto. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kartu pencatat data. Dalam pengumpulan data digunakan metode dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan ialah teknik analisis isi Content analysis. Dari hasil penelitian ini ditemukan antara lain: (1) Citra maskulin dalam film Cinta Laki-laki Biasa Sutradara Guntur Soeharjanto meliputi: (a) penampilan fisik sebanyak 5 data, meliputi: tubuh gagah 4 data, dan kekuatan super 1 data, (b) fungsional sebanyak 18 data, meliputi: pencari nafkah 3 data, penanggung jawab 10 data, dan tumpuan keluarga 5 data, (c) seksual sebanyak 8 data, meliputi: tertarik pada wanita 8 data, (d) emosi sebanyak 16 data, meliputi: emosional 8 data, gembira 5 data, dan selalu tenang 3 data, (e) intelektual sebanyak 6 data, meliputi: logis 5 data, dan objektif 1 data, (f ) interpersonal sebanyak 11 data, meliputi: disiplin 2 data, mandiri 4 data, dan penyayang keluarga 5 data, (g) karakter personal sebanyak 3 data, meliputi: ambisius 2 data, dan bangga 1 data, (2) relevansi sebagai media pembelajaran siswa dapat membuat resensi film atau menulis esai sesuai dengan tema yang diangkat dalam film.