Abstract: Fluctuations in red chili prices are an economic problem that impacts farmers' welfare and people's purchasing power in Indonesia. This study aims to analyze the factors influencing red chili price fluctuations in X Koto District, Tanah Datar Regency, with a focus on rainfall, red chili production, and cayenne pepper prices. This study fills a gap in the literature as most previous studies only highlight one factor without examining the interrelationships between variables. The method used is multiple linear regression. The results show that cayenne pepper prices significantly influence red chili prices, while red chili production and rainfall do not. These findings confirm the close relationship between the prices of cayenne pepper and red chili peppers, a factor that has received little attention. The implications of this research are important for formulating more effective and sustainable food price stabilization policies. Practically, farmers can use the results of this study as a basis for production planning, while local governments can design policies to minimize the impact of price fluctuations on both farmers and consumers. Thus, this research contributes to food price management at the local level and can serve as a reference for broader food research and policy in Indonesia. Keywords: price fluctuation, red chili pepper, cayenne pepper, multiple linear regression, food policy Abstrak : Fluktuasi harga cabai merah merupakan masalah ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan petani dan daya beli masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi harga cabai merah di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, dengan fokus pada curah hujan, produksi cabai merah, dan harga cabai rawit. Penelitian ini mengisi celah literatur karena sebagian besar studi sebelumnya hanya menyoroti satu faktor tanpa melihat keterkaitan antarvariabel. Metode yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga cabai rawit berpengaruh signifikan terhadap harga cabai merah, sedangkan produksi cabai merah dan curah hujan tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan adanya hubungan erat antara harga cabai rawit dan cabai merah yang selama ini kurang mendapat perhatian. Implikasi penelitian ini penting bagi perumusan kebijakan stabilisasi harga pangan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Secara praktis, petani dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai dasar dalam merencanakan produksi, sementara pemerintah daerah dapat merancang kebijakan untuk meminimalkan dampak fluktuasi harga bagi petani dan konsumen. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengelolaan harga pangan di tingkat lokal dan dapat menjadi acuan bagi penelitian serta kebijakan pangan yang lebih luas di Indonesia. Kata kunci: fluktuasi harga, cabai merah, cabai rawit, regresi linier berganda, kebijakan pangan