Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V DI MIS ALWASHLIYAH TERHADAP KONSEP BANGUN RUANG Anim, Anim; Ananda, Eliza Dwi; Andini, Andini; Marsha, Ghea; Asyarti, Dahrina Azmi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5783

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the critical thinking abilities of fifth-grade students at MIS Alwashliyah Tanjung Balai on three-dimensional shapes concepts. Using qualitative descriptive method, data were collected from 18 students through observation, interviews, and post-learning tests based on three indicators: interpretation, analysis, and inference. Results showed students' critical thinking abilities were at moderate level, with only 16.67% achieving full mastery. Main difficulties were in analysis and inference indicators, manifested in identifying shape properties and drawing valid conclusions. Students frequently confused cube and cuboid characteristics and failed in contextual calculations. These weaknesses stem from poor spatial visualization and limited understanding of abstract concepts. The study recommends implementing concrete media-based learning methods to optimize critical thinking development in spatial geometry learning. Keyword: critical thinking; three-dimensional shapes; elementary mathematics; concrete media; spatial visualization. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas V MIS Alwashliyah Tanjung Balai pada materi bangun ruang. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari 18 siswa melalui observasi, wawancara, dan tes pasca pembelajaran berdasarkan tiga indikator: interpretasi, analisis, dan inferensi. Hasil menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori sedang, dengan hanya 16,67% siswa mencapai penguasaan penuh. Kesulitan utama pada indikator analisis dan inferensi, termanifestasi dalam mengidentifikasi sifat bangun ruang dan menarik kesimpulan valid. Siswa sering keliru membedakan kubus dan balok serta gagal dalam perhitungan kontekstual. Kelemahan ini bersumber dari visualisasi spasial rendah dan pemahaman konsep abstrak terbatas. Penelitian merekomendasikan implementasi metode pembelajaran berbasis media konkret untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran geometri ruang. Kata kunci: berpikir kritis; bangun ruang; matematika SD; media konkret; visualisasi spasial
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP PERMUTASI DAN KOMBINASI PADA MAHASISWA SEMESTER V PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS ASAHAN Dewi, Muthia; Damanik, Fildzah Rizkiah; Br Purba, Amanda Chantika Sari; Ariyani, Dinda; Hasibuan, Wilda Annisa; Indah, Siti Nur; Marsha, Ghea; Nainggolan, Hanisa Romadona; Ramadhani, Yovi Dwi; Andini, Andini
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5719

Abstract

Permutasi dan kombinasi merupakan topik penting dalam perkuliahan statistika yang menuntut penguasaan konsep secara tepat dan mendalam, terutama dalam membedakan persoalan yang memperhatikan urutan dengan yang tidak memperhatikan urutan. Akan tetapi, pada praktiknya masih terdapat mahasiswa yang mengalami kendala serta melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal terkait materi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman konsep permutasi dan kombinasi pada mahasiswa Semester V Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Asahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 9 mahasiswa yang dipilih berdasarkan tingkat kemampuan matematika. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis yang terdiri atas tiga butir soal mencakup materi permutasi dan kombinasi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, kemudian dianalisis berdasarkan kesalahan konsep yang dilakukan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa belum memahami konsep permutasi dan kombinasi dengan benar, khususnya dalam menentukan rumus yang sesuai dengan permasalahan serta dalam menjelaskan kembali konsep dari soal yang diberikan secara tepat. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman konsep mahasiswa terhadap materi permutasi dan kombinasi masih perlu ditingkatkan.