Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh catcalling terhadap kesehatan mental pada perempuan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang diperoleh melalui kuesioner yang di sebarkan kepada pengunjung angkringan laper dalu Palembang. Sampel yang di gunakan dalam penelitian ini ialah Purposive Sampling. Analisis data di lakukan dengan uji statistic menggunakan software SPSS 25. Teori yang di gunakan dalam penelitian ini Adalah teori SOR (stimulus, organism, respons) yang menekankan bagaimaina catcalling (stimulus), proses psikologis perempuan (organism), dan dampaknya terhadap kesehatan mental (response). Hasil penelitian ini menunjukan catcalling memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan mental seseorang, meliputi dampak psikologis, perubahan perilaku, dan emosional. Uji parsial menunjukan nilai t hitung 3,542 (lebih besar dari t tabel 1,984), dan uji stimultan menghasilkan nilai f hitung 12,547 (lebih besar dari f tabel 3,94). Koefisien Determinasi R2 sebesar 11,3% menunjukkan bahwa catcalling memberikan kontribusi terhadap kesehatan mental perempuan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah catcalling terbukti berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental perempuan meskipun pengaruh nya tidak terlalu besar korban yang terus-terusan di catcalling akan menimbulkan kerusakan dalam kesehatan mental seseorang, khususnya di Angkringan Laper Dalu Palembang. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa catcalling bukan sekadar bentuk komunikasi verbal biasa, melainkan bentuk pelecehan yang dapat merugikan kesehatan mental perempuan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi, regulasi, dan kesadaran sosial untuk mengurangi praktik catcalling di masyarakat.