Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikasi mana yang dominan dalam pengalaman kerja, motivasi guru, gaya kepemimpinan, dan kinerja guru, serta pengaruh pengalaman kerja, motivasi guru, dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja guru di SMA N 2 Lengayang, Pesisir Selatan, baik sebagian maupun simultan. Penelitian ini merupakan studi kuantitavive. Populasi penelitian ini terdiri dari 46 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling, dengan ukuran sampel 46 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dengan uji coba dilakukan di lokasi penelitian lain. Analisis data menggunakan analisis kelipatan, linier, regresi, koefisien, penentuan, dan pengujian hipotesis menggunakan uji-t dan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator dominan kinerja guru adalah proses pembelajaran, dengan nilai 93,20%. Indikator dominan pengalaman kerja adalah tingkat pengetahuan dan keterampilan, dengan nilai ,91,40%. Indikator dominan motivasi kerja adalah pekerjaan itu sendiri, dengan nilai 93,20%. Indikator dominan gaya kepemimpinan adalah gaya kepemimpinan demokratis, dengan nilai 93,40%. Hasil uji-t menunjukkan bahwa pengalaman kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dengan nilai-t 5,115 > tabel-t 2,018 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Motivasi kerja memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja guru, dengan nilai-t 0,094 < tabel-t 2,018 dan nilai signifikansi 0,926 > 0,05. Gaya kepemimpinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dengan nilai-t 4,060 > taja-t 2,018 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil uji-F menunjukkan bahwa nilai F yang dihitung adalah 9,310 > tabel F sebesar 2,83, dengan nilai signifikansi 0,000, yaitu kurang dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi kerja dan gaya kepemimpinan memiliki efek simultan yang signifikan terhadap kinerja guru di SMA Negeri 2 Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan