Nurhaliza Ma’rufi, Siti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunikasi Budaya Tradisi Maudu Nabi Muhammad Saw. Pada Masyarakat Tanatakko Dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Spiritual Di Kecamatan Bantimurung Nurhaliza Ma’rufi, Siti; Hadawiah, Hadawiah; Nurjannah, Nurjannah
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v7i1.341

Abstract

Penelitian ini secara komprehensif mengkaji tradisi Maudu Nabi Muhammad SAW di Dusun Tanatakko, Kecamatan Bantimurung, sebuah tradisi turun temurun yang mereka jaga untuk melestarikan nilai spiritual dan mempererat tali silaturahmi. Perayaan tahunan ini melibatkan kebersamaan dalam menanggung biaya, diisi dengan zikir, barzanji, doa, dan berbagi hidangan. Tradisi membawa makanan juga menjadi ciri khas, mencerminkan kekayaan budaya dan spiritual dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tujuan utamanya adalah untuk menganalisis bagaimana komunikasi budaya berperan dalam melestarikan nilai spiritual, mengidentifikasi makna dan simbol yang terkandung dalam tradisi tersebut, serta memahami tentang nilai-nilai spiritual ini dipertahankan di tengah modernisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Maudu berfungsi sebagai fondasi vital dalam menjaga nilai-nilai spiritual masyarakat. Masyarakat Tanatakko memanfaatkan berbagai bentuk komunikasi budaya lisan (lantunan Barzanji dan ceramah), simbolik (telur hias, songkolo), dan ritual nonverbal (partisipasi kolektif) untuk melestarikan nilai-nilai spiritual seperti syukur, gotong royong, dan kepedulian sosial dalam tradisi Maudu. Tradisi Maudu di Tanatakko kaya akan makna dan simbol. Telur hias melambangkan persatuan dan keberkahan, sementara songkolo dan kaddo minyak merepresentasikan kerukunan dan rasa syukur penguat dan silaturahmi. Makna-makna ini diinternalisasi melalui partisipasi kolektif dan ritual itu sendiri. Masyarakat Tanatakko berhasil mempertahankan nilai-nilai spiritual tradisi Maudu di tengah modernisasi melalui komunikasi ritual dan upaya pelestarian yang terencana. Mereka melibatkan generasi muda, beradaptasi tanpa kehilangan esensi, serta memanfaatkan peran tokoh agama dan praktik sosial seperti gotong royong.