Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengendalian piutang usaha dalam upaya meminimalkan piutang tak tertagih pada Bank Papua Cabang Makassar. Pengelolaan piutang usaha merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas keuangan perbankan, mengingat aktivitas penyaluran kredit berpotensi menimbulkan risiko kredit bermasalah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan memanfaatkan data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Analisis difokuskan pada pengukuran efektivitas pengendalian piutang menggunakan indikator receivable turn over dan average collection period. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai receivable turn over yang mencerminkan percepatan perputaran piutang menjadi kas selama periode penelitian. Selain itu, nilai average collection period mengalami penurunan yang menunjukkan semakin singkatnya waktu penagihan piutang. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa sistem pengendalian piutang usaha yang diterapkan telah berjalan relatif efektif dalam mendukung pengelolaan piutang. Pengendalian piutang yang baik berkontribusi terhadap peningkatan likuiditas dan kelancaran arus kas bank. Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen perbankan dalam mengevaluasi dan memperkuat kebijakan pengendalian piutang usaha guna meminimalkan risiko piutang tak tertagih. This study aims to analyze the trade receivables control system in minimizing uncollectible receivables at Bank Papua Makassar Branch. Trade receivables management is a crucial aspect of maintaining financial stability in banking, given that credit distribution inherently entails the risk of bad debts. The research employed a descriptive approach using both primary and secondary data obtained through observation and documentation. The analysis evaluated the effectiveness of receivables control using the receivables turnover and average collection period indicators. The results indicate an increasing trend in receivable turnover, reflecting an improvement in the speed with which receivables are converted into cash over the observed period. In addition, the average collection period declined, indicating a shorter time required to collect receivables. These findings suggest that the implemented receivables control system has been relatively effective in supporting receivables management. Effective control of receivables contributes to improved liquidity and smoother cash flow within the bank. This study provides practical implications for banking management in strengthening receivables control policies to reduce the risk of uncollectible receivables.