This Author published in this journals
All Journal J-CEKI
Kusuma, Leo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Lahirnya Kementerian Agama, Madrasah dan Sekolah Islam Kusuma, Leo; Adnan Luthfi Siregar; Fauziah Nasution
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14852

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika sejarah sosial pendidikan Islam di Indonesia pascakemerdekaan yang berakar pada dikotomi pendidikan warisan kolonial antara pendidikan umum sekuler dan pendidikan agama tradisional yang terpisah. Dikotomi ini menimbulkan kesenjangan struktural sekaligus mendorong kebutuhan akan integrasi pendidikan agama ke dalam sistem pendidikan nasional negara bangsa yang baru merdeka. Penelitian bertujuan menganalisis peran dan perkembangan tiga entitas utama, yaitu Kementerian Agama (Kemenag), madrasah, dan sekolah Islam, sebagai respons institusional, integratif, dan ideologis terhadap problematika tersebut, serta kontribusinya dalam pembentukan identitas bangsa dan sistem pendidikan nasional yang utuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis-deskriptif untuk merekonstruksi perkembangan ketiga entitas tersebut secara kronologis dan menganalisis dampak sosialnya. Data dikumpulkan melalui studi dokumen dan literatur, meliputi regulasi pemerintah seperti PP No. 1/S.D./1946 dan SKB 3 Menteri 1974, arsip sejarah, pidato, serta karya ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemenag, yang berdiri pada 3 Januari 1946, berperan sebagai solusi institusional dengan memusatkan pengelolaan urusan agama dan pendidikan, sehingga mengakhiri fragmentasi pengelolaan warisan kolonial. Madrasah mengalami transformasi dari lembaga marginal menjadi bagian integral Sistem Pendidikan Nasional, terutama setelah SKB 3 Menteri 1974, dan berfungsi sebagai solusi integratif melalui penggabungan kurikulum agama dan umum. Sementara itu, sekolah Islam modern muncul sebagai solusi ideologis dalam menghadapi globalisasi dengan menekankan sintesis iptek dan imtaq serta pembentukan karakter religius. Ketiganya membentuk satu narasi besar yang berhasil mengakhiri dikotomi pendidikan kolonial dan meneguhkan identitas Indonesia sebagai negara berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa.