Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Tentang Pertarungan Nilai dalam Praktik Sosial Sekolah: Analisis Pendekatan Perspektif Teori Bourdieu. Soleha, Riyadus; Veranty, Gina; Afriyani, Deby; Kurnia Sari, Dessy; Sentia, Meme; Hidayati, Hidayati
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.59-65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertarungan nilai dalam praktik sosial di tiga model sekolah dasar di Kota Pangkalpinang, khususnya Sekolah Alam Pangkalpinang, SD Negeri 44 Pangkalpinang, dan SD Islam Al-Azhar 71 Pangkalpinang. Studi ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai sosial dan moral yang terintegrasi dalam praktik pendidikan yang beragam, serta struktur sosial yang memengaruhi bentuk habitus, modal, dan arena di masing-masing sekolah melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan wali kelas untuk mengumpulkan data, dan kemudian melakukan analisis data kualitatif melalui model interaktif Miles Huberman. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa masing-masing sekolah mengembangkan nilai sosial yang berbeda dan strategi reproduksi sosial yang berbeda. Sekolah Alam Pangkalpinang mengembangkan habitus ekologis dan spiritual melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan kegiatan kewirausahaan. SD Negeri 44 Pangkalpinang menekankan kebiasaan disiplin, tanggung jawab, dan cinta lingkungan sebagai habitus sosial warga sekolah. Sementara itu, SD Islam Al-Azhar 71 Pangkalpinang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, akademik global, dan karakter religius dalam kurikulum terintegrasi nasional, Al-Azhar, dan Cambridge. Dalam perspektif Bourdieu, praktik sosial pendidikan dari ketiga sekolah mengindikasikan pertarungan nilai antara kapital budaya setempat, religius, dan global, yang berlangsung dalam arena pendidikan dasar. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan adalah arena reproduksi nilai simbolis, di mana sekolah bersaing untuk mendapatkan legitimasi moral dan sosial melalui modal budaya, sosial, dan simbolik yang mereka miliki. Penelitian ini menegaskan bahwa sekolah perlu mengadopsi pendekatan reflektif dan kontekstual dalam penanaman nilai agar dapat menjadi ruang dialog antar nilai dan budaya.