PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA : JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI OBAT MAAG DI PANTI ASUHAN KEMALA PUJI, KECAMATAN RAJABASA *)Putri Amalia1, Vichie Triana Murti1, Nanda Nuraini1, Putri Ratna Sari1 1Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Jl. Pramuka No.27, Bandar Lampung, Lampung, 35153, Indonesia *)Email korespondensi: putriamalia@malahayati.ac.id Abstract Gastric disorders, commonly known as dyspepsia or maag, frequently occur due to irregular eating habits, stress, or Helicobacter pylori infection. One alternative solution is the use of medicinal plants, specifically ginger (Zingiber officinale), which is recognized for its potential to alleviate gastric complaints. Scientifically, ginger contains bioactive compounds such as gingerol and flavonoids that function as anti-inflammatory and gastroprotective agents, and can reduce excessive gastric acid secretion. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of adolescents at Kemala Puji Orphanage, Bandar Lampung, regarding the utilization of ginger as a herbal remedy for gastric problems. The program was conducted through educational sessions, demonstrations on ginger-based herbal drinks, and assessments using pre-tests and post-tests to measure participants’ understanding. Results showed an increase in average knowledge scores from 56.3% before the program to 90.3% after, indicating a significant improvement in participants’ comprehension. Overall, this program effectively increased health literacy and promoted the use of scientifically supported herbal remedies, particularly ginger, as a natural alternative to maintain digestive health. Keywords: ginger, digestive disorder, herbal education, TOGA, gastric health Abstrak Maag merupakan kelainan pada sistem pencernaan yang kerap muncul akibat kebiasaan makan yang kurang teratur, stres, atau infeksi bakteri Helicobacter pylori. Salah satu solusi alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah tanaman obat keluarga (TOGA), yaitu jahe (Zingiber officinale), yang dikenal memiliki khasiat untuk membantu mengurangi keluhan maag. Secara ilmiah, jahe mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan flavonoid yang berfungsi sebagai agen antiinflamasi dan pelindung lambung serta dapat menekan produksi asam lambung berlebih. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan remaja di Panti Asuhan Kemala Puji, Bandar Lampung, mengenai pemanfaatan jahe sebagai pilihan herbal dalam menangani gejala maag. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi pembuatan jamu jahe, dan evaluasi pemahaman peserta menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 56,3% sebelum kegiatan menjadi 90,3% setelah kegiatan, menandakan bahwa program berkontribusi secara signifikan dalam peningkatan pemahaman peserta. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam memperkuat literasi kesehatan dan mendorong pemanfaatan bahan herbal berbasis ilmiah, khususnya jahe, sebagai alternatif alami dalam menjaga kesehatan saluran cerna. Kata Kunci: jahe, gangguan pencernaan, edukasi herbal, TOGA, kesehatan lambung