Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi Ketahanan Pangan Lokal melalui Project Based Learning Berbasis Kimia Pangan pada Siswa SMA Al Falah Ketintang Surabaya Galuh Clarisa; Yanti Mulyasari; Shonya Elvana Ni’matul Khusna; Fissilmi Kaaffah; Mirwa Adiprahara Anggarani
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v6i2.4669

Abstract

Ketahanan pangan lokal merupakan isu strategis yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda melalui kegiatan edukatif yang kontekstual. Namun, pemahaman siswa sekolah menengah terhadap konsep ketahanan pangan lokal dan pemanfaatan bahan pangan lokal masih relatif terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi ketahanan pangan lokal kepada siswa SMA melalui penerapan Project Based Learning (PjBL) berbasis kimia pangan dengan memanfaatkan ubi ungu sebagai bahan pangan lokal. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas X-B SMA Al Falah Ketintang Surabaya. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian pretest, penyampaian materi ketahanan pangan dan kimia pangan, pelaksanaan proyek pengenalan serta pengolahan produk berbasis ubi ungu, dan evaluasi kegiatan melalui posttest serta angket respons siswa. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 86,09 pada pretest menjadi 98,84 pada posttest dengan nilai N-gain sebesar 0,917 (kategori tinggi). Selain itu, hasil angket menunjukkan respons siswa yang sangat positif dengan persentase sebesar 90,98% (kategori sangat baik). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi ketahanan pangan lokal melalui Project Based Learning berbasis kimia pangan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa serta menumbuhkan kesadaran terhadap pemanfaatan bahan pangan lokal. Kegiatan ini berpotensi menjadi model edukasi kontekstual yang dapat diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan sekolah