Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hadis Nabi saw tentang anjuran mencuci tangan setelah bangun tidur serta relevansinya dengan prinsip kebersihan dan pencegahan penyakit dalam perspektif sains modern. Kajian ini dilatar belakangi oleh pentingnya menjaga kebersihan air dan kebersihan diri sebagai bagian dari ajaran Islam yang selaras dengan konsep kesehatan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) dan Kuantitatif serta interpretasi hadis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis riwayat Abu Hurayrah dalam Ṣahih Muslim tentang larangan mencelupkan tangan ke bejana sebelum mencucinya tiga kali memiliki sanad muttashil dan perawi-perawinya tergolong thiqqah, sehingga hadis tersebut bernilai ṣahih. Secara syar‘i, hadis ini menegaskan prinsip kehati-hatian dalam menjaga kebersihan tangan, sedangkan secara ilmiah, perintah mencuci tangan sejalan dengan temuan mikrobiologi modern yang menegaskan bahwa tangan merupakan media utama penyebaran mikroorganisme patogen seperti E. coli dan Staphylococcus aureus. Dengan demikian, anjuran Nabi saw mengandung nilai preventif yang sangat tinggi terhadap penularan penyakit. Kesimpulannya, hadis tentang mencuci tangan tidak hanya memiliki makna ibadah, tetapi juga mencerminkan prinsip ilmiah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Ajaran Rasulullah saw terbukti relevan dengan prinsip kesehatan modern, menunjukkan bahwa Islam sejak awal telah menanamkan kesadaran hidup bersih sebagai bagian dari keimanan dan upaya pencegahan penyakit.