Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa untuk Santri Pondok Pesantren Al Mukhlisin Putri, Kota Batu Bani, Martince Novianti; Nur Fajarwati, Anisah; Cindy Harifa, Ayisya; Asema, Fuji; Nur Cahyani, Kharisma; Putri Ramadhani, Rizki
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.366

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Mukhlisin Putri, Kota Batu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan santri tehadap potensi bencana, khususnya bencana gempa bumi. Kegiatan ini dilaterbelakangi oleh kondisi pondok yang padat serta minimnya pengetahuan santri dan pengajar mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat bencana gempa terjadi. Tambahannya yaitu kurangnya pemantauan berkala terhadap kondisi fisik bangunan pondok. Berangkat dari permasalahan ini maka, para santri dan pengajar menunjukkan keingintahuan yang tinggi terhadap edukasi kebencanaan khususnya bencana gempa sebagai upaya untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar. Melalui pendekatan kualitatif, tim pelaksana melakukan observasi sehingga diperoleh informasi kondisi fisik bangunan pondok, persepsi dan kebutuhan peserta terhadap pengetahuan mitigasi gempa bumi. Berdasarkan hasil temuan maka kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan berupa penyajian materi interaktif yang melibatkan kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kota Batu. Hasil evaluasi kegiatan menunjukan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan santri dalam mengidentifikasi dan tanggap menghadapi situasi darurat gempa. Santri juga dapat mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri di titik-titik aman (life safety zone) seperti konsep “triangle of life. Selain peningkatan kapasitas individu, kegiatan ini juga memberikan sumbangsih secara nyata pada lingkungan pondok pesantren yaitu berupa pemasangan jalur evakuasi dan titik kumpul aman (safe assembly point) yang sesuai dengan standar keselamatan kebencanaan. Keberadaan rambu tersebut juga dapat membangun budaya kesiapsiagaan dan memperkuat sistem mitigasi di lingkungan sekitar.