ABSTRACTTlangoh Beach, located in Bangkalan Regency, possesses considerable potential for sustainable tourism development. Tourist visitation has varied in recent years, primarily due to inadequate facilities, restricted accessibility, and insufficient information. This study identifies tourist characteristics and analyzes preference structures at Tlangoh Beach. Data were collected through questionnaires administered to 50 respondents selected via accidental sampling. Conjoint analysis and rating scale measurements were employed to assess attributes such as transportation, facilities, natural attractions, and accessibility. The findings indicate that tourism facilities are the most influential attribute (41.9%), with the prayer room (musholla) being the most preferred facility. Most local tourists favor motorcycles as their mode of transportation. The primary natural attraction is the open coastline, while accessibility is largely defined by the availability of directional road signage. It is recommended that management prioritize enhancements to essential facilities, including toilets, prayer rooms, and parking areas. Additionally, providing clear signage and increasing social media promotion are advised. These measures are expected to improve service quality, fulfill visitor needs, and enhance the overall appeal of the destination. Keywords: Tourist Preferences; Beach Tourism Destination; Tourist Attraction; Tlangoh Beach ABSTRAKPantai Tlangoh salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Bangkalan yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi ini menunjukkan fluktuasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama pengaruh dari berkurangnya optimalisasi fasilitas, aksesibilitas, dan informasi yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik wisatawan, dan menganalisis preferensi minat wisatawan di Pantai Tlangoh Kabupaten Bangkalan. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 50 responden yang dipilih secara accidental sampling dan diolah menggunakan metode analisis konjoin dan pengukuran rating. Atribut yang digunakan terdiri dari transportasi, fasilitas, daya tarik alam dan aksesibilitas. Hasil dari kombinasi preferensi wisatawan menunjukkan bahwa fasilitas wisata menjadi atribut yang paling penting (41.9%) dengan level atribut musholla sebagai pilihan utama pengunjung. Dari segi transportasi, wisatawan lokal lebih memilih menggunakan sepeda motor. Daya tarik utama dari wisata Pantai Tlangoh yaitu Keberadaan garis pantai yang terbuka, sementara aksesibilitas yang diutamakan pengunjung seperti adanya rambu petunjuk jalan. Sehingga rekomendasi yang ditujukan kepada pengelola yaitu dengan memprioritaskan perbaikan fasilitas seperti toilet, musholla, dan area parkir. Selain itu menambahkan rambu petunjuk jalan, dan melakukan promosi melalui media sosial, dengan harapan dapat meningkatkan layanan dan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pengunjung dan meningkatkan daya tarik destinasi wisata. Kata Kunci: Preferensi Wisatawan; Destinasi Wisata Pantai; Daya Tarik Wisata; Pantai Tlangoh