Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Mitigasi Risiko Pengelolaan Mangrove pada Kelompok Usaha Karya Makmur Jaya Hindrayani, Lilik; Arifiyanti, Nurul; Sugiarti, Teti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 1 (2025): January 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.1.258-265

Abstract

Luasan hutan mangrove di Indonesia mengalami degradasi yang disebabkan oleh berbagai kerusakan sehingga rehabilitasi menjadi salah satu upaya penanganan pemulihan ekosistem. Proses pengelolaan mangrove tidak terlepas dari adanya risiko internal operasional maupun eksternal yang dapat menyebabkan kegagalan tanam. Karya Makmur merupakan kelompok usaha yang peduli terhadap keberlanjutan hutan mangrove dan focus pada penyediaan pasokan bibit di daerah pantai utara Kabupaten Bangkalan Madura. Pada area pengelolaan Kelompok Usaha Karya Makmur menunjukkan adanya risiko kegagalan seperti tidak berkembangnya bibit dengan sempurna sehingga berdampak pada kerugian produksi dan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi mitigasi risiko pengelolaan mangrove pada kelompok usaha Karya Makmur. Cakupan penelitian berfokus pada usaha pembibitan mangrove dengan menggunakan metode analisis House of Risk (HOR). Teridentifikasi alur proses bisnis pada pembibitan mangrove diawali dengan persiapan lahan, persiapan media tanam, persiapan benih, penanaman benih, dan perawatan bibit.  Hasil menunjukkan terdapat risk event dan risk agent pada kelompok usaha Karya Makmur Jaya dengan urutan prioritas yakni benih yang bagus sulit didapat, adanya penyakit, terdapat hama pengganggu, kelalaian dalam penyiraman, kurangnya modal, dan perubahan cuaca dan iklim tidak menentu. Strategi mitigasi risiko yang dapat diterapkan utamanya yakni penyortiran benih mangrove dan diikuti dengan pengawasan pekerjaan karyawan, pemberian pestisida, bekerjasama dengan masyarakat dalam pengendalian kepiting, pelatihan tenaga kerja, dan pemberian teduhan.
Mitigasi Risiko Usaha Kerupuk Ikan (Studi Kasus: Umkm Lamora Di Desa Socah Kecamatan Socah Bangkalan) Syafrizal, Rania Ramadhani; Arifiyanti, Nurul; Hidayati, Dwi Ratna
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Perkembangan UMKM merupakan salah satu faktor utama dalam kemajuan ekonomi daerah. Oleh karena itu, UMKM harus terus berinovasi dan mencapai efisiensi usaha. Kerugian akibat risiko usaha yang sering diabaikan dapat mengurangi pendapatan. Proses produksi UMKM Lamora masih menghadapi beberapa masalah yang disebabkan oleh kendala operasional seperti perencanaan yang kurang baik, masalah teknis, manajemen produksi, dan kesalahan manusia. Metode House Of Risk (HOR) digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi risiko dan menganalisis strategi untuk proses operasional di UMKM Lamora. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah ditemukannya 10 prioritas penyebab risiko yang terdiri dari permasalahan perencanaan dan teknis, manajemen produksi, masalah kesehatan pribadi, kesalahan manusia dalam proses penakaran, tekanan alat yang tidak konsisten, kerusakan pada thermometer atau sensor, kesalahan input data, waktu pengeringan yang tidak tepat, benturan atau guncangan berlebih saat pengiriman serta perubahan kebijakan pemerintah. Strategi mitigasi yang dihasilkan melalui prioritas penyebab risiko adalah sebanyak 10 strategi mitigasi diantaranya yaitu melakukan perencanaan produksi yang tepat, membuat dan menerapkan SOP kerja, menerapkan program kesejahteraan karyawanl, melakukan pelatihan berkala, pemeliharaan dan perawatan berkala, pengoperasian alat yang cermat, komunkasi dan evaluasi dengan karyawan, mengoptimalkan penggunaan alat cadangan, melakukan pelabelan dan instruksi, serta melakukan penyesuaian harga jual. Dengan adanya pengelolaan risiko dan strategi mitigasi, diharapkan UMKM Lamora dapat lebih siap dalam menghadapi risiko yang terjadi
INTEREST OF REVISIT WISATA PANTAI BIRU KECAMATAN TANJUNG BUMI KABUPATEN BANGKALAN Zulfah Mazidah; Nurul Arifiyanti; Resti Prastika Destiarni
PETA - Jurnal Pesona Pariwisata Vol. 4 No. 1 (2025): PETA Vol 4 No 1 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/peta.v4i1.227

Abstract

Menjaga loyalitas wisatawan terhadap suatu destinasi adalah salah satu permasalahan dalam pengelolaan pariwisata. Pantai biru yang menjadi tempat wisata populer di Kabupaten Bangkalan ini cukup menjanjikan karena keindahan alamnya, namun jumlah pengunjungnya mengalami penurunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana citra destinasi wisata dan kepuasan pengunjung berpengaruh terhadap minat berkunjung kembali ke wisata Pantai Biru. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden dan regresi linear berganda digunakan untuk analisis datanya. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa citra destinasi wisata dan kepuasan pengunjung memiliki pengaruh secara simultan terhadap minat berkunjung kembali, secara parsial kepuasan pengunjung tidak berpengaruh signifikan sedangkan citra destinasi berpengaruh signifikan. Hal ini menjadikan pentingnya pengalaman wisata yang memuaskan dalam membangun loyalitas pengunjung, sementara citra destinasi perlu diperkuat agar lebih berkontribusi terhadap minat berkunjung ulang. Rekomendasi kepada pengelola dapat meningkatkan fasilitas, serta terus menjaga kepuasan pengunjung agar merasa senang dan nyaman.
PREFERENSI WISATAWAN PADA DESTINASI PANTAI TLANGOH KABUPATEN BANGKALAN Nissaq, Ima Komarun; Arifiyanti, Nurul; Hidayati, Dwi Ratna
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.804

Abstract

ABSTRACTTlangoh Beach, located in Bangkalan Regency, possesses considerable potential for sustainable tourism development. Tourist visitation has varied in recent years, primarily due to inadequate facilities, restricted accessibility, and insufficient information. This study identifies tourist characteristics and analyzes preference structures at Tlangoh Beach. Data were collected through questionnaires administered to 50 respondents selected via accidental sampling. Conjoint analysis and rating scale measurements were employed to assess attributes such as transportation, facilities, natural attractions, and accessibility. The findings indicate that tourism facilities are the most influential attribute (41.9%), with the prayer room (musholla) being the most preferred facility. Most local tourists favor motorcycles as their mode of transportation. The primary natural attraction is the open coastline, while accessibility is largely defined by the availability of directional road signage. It is recommended that management prioritize enhancements to essential facilities, including toilets, prayer rooms, and parking areas. Additionally, providing clear signage and increasing social media promotion are advised. These measures are expected to improve service quality, fulfill visitor needs, and enhance the overall appeal of the destination. Keywords:       Tourist Preferences; Beach Tourism Destination; Tourist Attraction; Tlangoh Beach ABSTRAKPantai Tlangoh salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Bangkalan yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi ini menunjukkan fluktuasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama pengaruh dari berkurangnya optimalisasi fasilitas, aksesibilitas, dan informasi yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik wisatawan, dan menganalisis preferensi minat wisatawan di Pantai Tlangoh Kabupaten Bangkalan. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 50 responden yang dipilih secara accidental sampling dan diolah menggunakan metode analisis konjoin dan pengukuran rating. Atribut yang digunakan terdiri dari transportasi, fasilitas, daya tarik alam dan aksesibilitas. Hasil dari kombinasi preferensi wisatawan menunjukkan bahwa fasilitas wisata menjadi atribut yang paling penting (41.9%) dengan level atribut musholla sebagai pilihan utama pengunjung. Dari segi transportasi, wisatawan lokal lebih memilih menggunakan sepeda motor. Daya tarik utama dari wisata Pantai Tlangoh yaitu Keberadaan garis pantai yang terbuka, sementara aksesibilitas yang diutamakan pengunjung seperti adanya rambu petunjuk jalan. Sehingga rekomendasi yang ditujukan kepada pengelola yaitu dengan memprioritaskan perbaikan fasilitas seperti toilet, musholla, dan area parkir. Selain itu menambahkan rambu petunjuk jalan, dan melakukan promosi melalui media sosial, dengan harapan dapat meningkatkan layanan dan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pengunjung dan meningkatkan daya tarik destinasi wisata. Kata Kunci:      Preferensi Wisatawan; Destinasi Wisata Pantai; Daya Tarik Wisata; Pantai Tlangoh