Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bangsa sapi lokal terhadap lama waktu dan frekuensi makan ketika diberi pakan berupa jerami padi dan konsentrat. Penelitian dilakukan menggunakan empat bangsa sapi lokal yaitu Sapi Madura (MM), Madura Flores (MF), Bali Flores (BF), dan Peranakan Ongole (PO) yang masing-masing memiliki bobot badan rata-rata ±300 kg. Pakan yang diberikan berupa jerami padi secara ad libitum dan konsentrat sebanyak 2,5% dari bobot badan. Penelitian dilaksanakan di Amanah Bata Farm, Banyumas, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah. Hasil analisis menunjukkan bahwa bangsa sapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap lama waktu makan dan frekuensi makan harian. Rataan lama waktu makan harian masing-masing bangsa sapi yaitu MF (124,2 ± 6,76), BF (143,70 ± 20,20), PO (144,2 ± 10,28), dan MM (173,0 ± 20,57), dengan sapi MM memiliki lama makan yang lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan sapi MF, sapi BF, dan sapi PO, sedangkan diantara sapi MF, BF, dan PO tidak menunjukkan adanya perbedaan nyata (P>0,05) dalam lama aktu makan. Sedangkan rataan frekuensi makan harian yaitu MF (11,00 ± 0,47), PO (11,17 ± 0,76), BF (12,17 ± 0,58), dan MM (12,83 ± 0,58), dengan sapi sapi MM memiliki frekuensi makan yang sama (P>0,05) dengan BF dan PO, akan tetapi lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan MF. Temuan ini menunjukkan bahwa setiap bangsa sapi memiliki kebiasaan makan yang berbeda meskipun diberi pakan dan kondisi lingkungan yang sama. Faktor genetik dan adaptasi fisiologis terhadap jenis pakan di wilayah asal diduga berkontribusi terhadap perbedaan ini