Usaha peternakan sapi potong di pedesaan Indonesia sering menghadapi kendala pada modalnya terutama karena sifatnya masih tradisional dan turun temurun. Peternak belum memiliki informasi yang jelas tentang kebutuhan modal yang pasti. Tujuan penelitian ini adalah: (1). Mengetahui besarnya kebutuhan modal investasi dan modal kerja pada usaha ternak sapi potong di Kabupaten Kebumen.; (2). Mengetahui modal yang paling dibutuhkan dalam usaha ternak sapi potong di Kabupaten Kebumen.; (3). Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya modal investasi dan modal kerja pada usaha ternak sapi potong di Kabupaten Kebumen. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei terhadap peternak sapi potong PO di Kabupaten Kebumen. Sampel wilayah diambil dengan metode purposive sampling yaitu memilih enam kecamatan dengan populasi sapi PO terbanyak, yaitu Kecamatan Buluspesantren, Puring, Ambal, Klirong, Mirit, dan Petanahan. Jumlah responden dipilih menggunakan kuota sampling, diperoleh 90 peternak. Variabel yang diteliti yaitu penerimaan dari usaha ternak, umur peternak, pendidikan peternak, jumlah ternak, dan pekerjaan utama peternak. Analisis data meliputi analisis deksriptif untuk mendeskripsikan modal dan analasis regresi linier berganda untuk melihat pengaruh dari faktor-faktor yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Nilai rata-rata kebutuhan modal investasi peternak sapi potong PO di Kabupaten Kebumen yaitu sebesar Rp. 49.667.748 dan kebutuhan modal kerja yaitu sebesar Rp. 10.722.198.; 2). Modal yang paling dibutuhkan oleh peternak sapi potong PO di Kabupaten Kebumen adalah modal investasi untuk pembelian ternak indukan; 3). Modal investasi peternak sapi potong PO di Kabupaten Kebumen dipengaruhi signifikan oleh penerimaan (P<0,01), umur peternak (P<0,05), pendidikan peternak (P<0,05), dan jumlah ternak (P<0,01) sedangkan modal kerja peternak sapi potong PO di Kabupaten Kebumen dipengaruhi signifikan oleh penerimaan (P<0,01), dan jumlah ternak (P<0,01).